Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta

- Rabu, 15 April 2026 | 02:20 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta

Gubernur Pramono Anung Beri Sinyal Tegas untuk Preman Jakarta

Jakarta lagi-lagi gempar. Kali ini, aksi pemalakan terhadap sopir bajaj dan pedagang bakso di kawasan Tanah Abang yang beredar luas di media sosial, memantik reaksi keras. Video yang memperlihatkan aksi perusakan barang dan pemerasan itu jelas meresahkan. Tak cuma warga, pemerintah pun angkat bicara.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung menyatakan sikap. Dia dengan tegas mendukung pemberantasan aksi premanisme di Ibu Kota. Pokoknya, siapa pun pelakunya, harus ditindak.

"Jadi saya sebagai Gubernur Jakarta termasuk memberikan support untuk mengambil tindakan tegas premanisme kepada siapa pun di Jakarta ini," tegas Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa lalu.

Menurutnya, para pelaku dalam video viral itu sudah diamankan polisi. "Kemarin yang melakukan pemalakan baik itu kepada pedagang maupun bajaj, sudah ditangkap semua," ujarnya. Pria yang biasa disapa Anung ini ingin semua pihak tahu bahwa Pemprov DKI serius menangani hal semacam ini.

Pernyataan itu sekaligus menjadi peringatan. Pemerintah provinsi, kata dia, sama sekali tak akan memberi celah untuk praktik pungli atau premanisme yang mengganggu warga yang sedang berusaha mencari nafkah. Ruang gerak mereka harus diputus.

"Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk hal yang seperti ini gak boleh terjadi lagi," pungkasnya.

Memang, aksi premanisme seperti ini bukan barang baru. Tapi setiap kali muncul dan viral, selalu meninggalkan rasa tidak aman. Dukungan penuh dari pimpinan daerah seperti ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik. Tentu, semua mata akan menunggu tindak lanjutnya di lapangan, bukan sekadar pernyataan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar