Namun begitu, gunung itu tak juga mereda. Pukul 16.45 WIB, material vulkanik sudah meluncur sejauh 11 km. Dampaknya langsung terasa. Arus lalu lintas di jalur Lumajang-Malang via Gladak Perak terpaksa ditutup demi keselamatan.
Sepuluh menit kemudian, kondisi kian mencekam. Luncuran awan panas mencapai 13 km dan sudah sampai di Gladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Lalu, pada pukul 17.00 WIB, jaraknya bertambah lagi menjadi 14 km. Material vulkanik ini dilaporkan telah melewati Gladak Perak. Tak ada pilihan lain, status pun dinaikkan ke level tertinggi: Level IV (Awas).
Pukul 18.11 WIB, satu erupsi signifikan kembali terekam. Awan panas dengan amplitudo 45 mm dan durasi lebih dari 14.000 detik meluncur dengan jarak lebih dari 13 km ke arah tenggara selatan, tepatnya ke Besuk Kobokan.
PVMBG menegaskan, Awan Panas Guguran dari Semeru ini tercatat dengan amplitudo maksimum 45 mm. Jarak luncurannya mencapai sekitar 13 kilometer dari puncak, disertai kepulan asap yang sangat pekat. Sebuah akhir hari yang mencemaskan bagi warga di sekitar lereng Semeru.
Artikel Terkait
Gapensi Desak Penyesuaian Harga Proyek Imbas Kenaikan Biaya Konstruksi
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke US$100 Tak Perlebar Defisit APBN
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia