MilkLife Soccer Challenge Seri Perdana di Malang Sukses Besar, 120 SD Ikut Serta
Kota Malang menjadi tuan rumah perdana untuk ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025/26. Sambutan yang diterima luar biasa, dengan partisipasi lebih dari 120 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Gelaran yang merupakan hasil kolaborasi MilkLife dan Djarum Foundation ini langsung memecahkan rekor jumlah peserta dibandingkan kota lain pada penyelenggaraan pertamanya.
Antusiasme Luar Biasa di Kota Malang
Heri, selaku Head Coach MLSC Malang, mengungkapkan kekagumannya terhadap sambutan hangat dari Kota Malang. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan oleh sekolah-sekolah di Malang jauh berbeda dan lebih besar dibandingkan kota-kota sebelumnya yang telah menyelenggarakan MLSC.
“Antusiasme di Kota Malang ini sangat besar sekali. Mengingat ini adalah pertama kalinya MilkLife Soccer Challenge digelar di sini, semangat dari SD-SD untuk berpartisipasi sangat tinggi,” ujar Heri di Stadion Gajayana, Malang.
Angka 120 sekolah yang mendaftar pada seri perdana ini bahkan dua kali lipat lebih banyak dari kota lain yang biasanya hanya menjaring sekitar 60 sekolah di tahun pertama. Lonjakan peminat yang signifikan ini mengakibatkan beberapa sekolah lain tidak dapat mengikutsertakan siswanya karena kuota peserta telah penuh.
Potensi Besar Sepak Bola Wanita Malang
Secara total, sebanyak 1.918 anak turut ambil bagian dalam MLSC Malang. Mayoritas peserta merupakan pemula yang baru pertama kali mengenal sepak bola secara terstruktur. Heri, yang juga merupakan asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia U-16, melihat potensi yang sangat menjanjikan, khususnya dari pemain putri Kota Malang.
“Dengan hampir 1.900 anak perempuan yang berminat main bola, ini sinyal yang kuat. Meski rata-rata kemampuannya masih pemula, fondasi ini sangat baik untuk pengembangan di tahun-tahun mendatang,” tambah Heri.
Skill Challenge sebagai Wadah Penilaian Bakat
Selain turnamen utama 7 vs 7, MLSC Malang juga menampilkan Skill Challenge. Ajang ini terdiri dari lima pos tantangan untuk mengasah kemampuan dasar, yaitu Dribbling, Passing & Control, Penalty Shoot, Shoot on Target, dan 1 on 1.
“Skill challenge ini sangat bagus karena dapat menunjukkan kemampuan individu setiap peserta, mulai dari dribbling hingga shooting,” jelas Heri mengenai manfaat dari sesi tersebut.
Masa Depan Cerah Sepak Bola Putri Malang
Tingginya partisipasi dalam MLSC Malang dinilai sebagai indikator kuat bahwa sepak bola wanita di kota ini siap untuk berkembang pesat. Heri menegaskan bahwa Malang, yang telah lama dikenal sebagai kota sepak bola untuk pria, kini memiliki momentum emas untuk menumbuhkan kultur yang sama bagi pemain putri.
“Malang sudah dikenal dengan sepak bola putra. Dengan adanya event seperti ini, jalan untuk mencetak bibit-bibit unggul sepak bola putri dari Malang semakin terbuka lebar,” tutupnya.
Dibandingkan dengan kota-kota penyelenggara MLSC lainnya, Heri dengan yakin menempatkan Malang sebagai salah satu yang memiliki potensi dan antusiasme terbesar untuk masa depan sepak bola wanitanya.
Artikel Terkait
BMKG Proyeksikan Musim Kemarau 2026 Lebih Awal dan Panjang
Wamen Haji Larang Petugas Flexing di Medsos, Fokus pada Pendampingan Jamaah
Wamen Haji Ingatkan Petugas Fokus pada Jemaah, Bukan Flexing di Medsos
Brebes Siap Jadi Lokasi Peternakan Sapi Perah Terbesar, Targetkan 180 Ribu Ton Susu per Tahun