Kritiknya tidak tanggung-tanggung. Menurut dia, kemudaan Sugiono tak diimbangi kedalaman pemikiran atau kematangan sebagai negarawan.
“Sekarang kita lihat menteri luar negeri yang muda, tampil necis, rapi, tapi lebih seperti ‘barbie’,” ucap Rizal tanpa tedeng aling-aling.
“Penampilan ada, tapi tidak terlihat sebagai pribadi yang matang dan bernas.”
Bagi Rizal, posisi sepenting menteri luar negeri jelas menuntut lebih dari sekadar citra yang mentereng. Diperlukan rekam jejak intelektual, keberanian moral, dan pemahaman sejarah yang kuat untuk mengarahkan diplomasi Indonesia di panggung global yang kompleks.
Perbandingan ini ia angkat bukan untuk sekadar menyindir. Tapi lebih sebagai pengingat. Agar publik tidak silau oleh glorifikasi usia muda dan tampang yang fotogenik semata. Substansi kepemimpinan harus kembali menjadi ukuran utama.
“Masalahnya bukan muda atau tua, tapi matang atau tidak,” pungkas Rizal.
“Dan kematangan itu tidak bisa dibeli dengan jas necis.”
Artikel Terkait
Kosongnya Kursi Wamenkeu Picu Gelombang Spekulasi Reshuffle
DPR Soroti Menteri PU yang Terbata-bata Saat Paparkan Anggaran Bencana
Prodem Kirim Surat Tegas ke Istana: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif atau Lelucon Hukum?