Ujarnya lagi.
Di sisi lain, Iwan berharap surat dari Prodem ini benar-benar diperhatikan. Ia ingin surat itu jadi rujukan Prabowo sebelum mengambil keputusan. Ada kekhawatiran terselip. Iwan tidak ingin Presiden terjebak oleh narasi dari pihak-pihak yang mengklaim diri prodemokrasi, tapi sebenarnya punya agenda lain.
Kalimat itu diucapkannya dengan nada prihatin.
Sebagai penutup, Iwan mengingatkan warisan sejarah. Menjaga Polri di bawah Presiden, baginya, adalah bentuk penghormatan pada perjuangan reformasi 1998. Langkah itu dianggap tepat untuk mewujudkan Kepolisian yang profesional dan netral. Terbebas dari tarik-menarik politik praktis yang bisa menggerus kewibawaannya.
Pesan akhirnya jelas: jangan sampai warisan itu terkikis hanya karena sebuah wacana.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir