Ujarnya lagi.
Di sisi lain, Iwan berharap surat dari Prodem ini benar-benar diperhatikan. Ia ingin surat itu jadi rujukan Prabowo sebelum mengambil keputusan. Ada kekhawatiran terselip. Iwan tidak ingin Presiden terjebak oleh narasi dari pihak-pihak yang mengklaim diri prodemokrasi, tapi sebenarnya punya agenda lain.
Kalimat itu diucapkannya dengan nada prihatin.
Sebagai penutup, Iwan mengingatkan warisan sejarah. Menjaga Polri di bawah Presiden, baginya, adalah bentuk penghormatan pada perjuangan reformasi 1998. Langkah itu dianggap tepat untuk mewujudkan Kepolisian yang profesional dan netral. Terbebas dari tarik-menarik politik praktis yang bisa menggerus kewibawaannya.
Pesan akhirnya jelas: jangan sampai warisan itu terkikis hanya karena sebuah wacana.
Artikel Terkait
DPR Soroti Menteri PU yang Terbata-bata Saat Paparkan Anggaran Bencana
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif atau Lelucon Hukum?
Prodem Desak Prabowo: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
SP3 Kasus Eggi Sudjana Dikritik: Restorative Justice atau Kekeliruan Hukum?