Peta politik jelang Pilpres 2029 mulai digambar. Kali ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara. Menurut mereka, ada satu nama yang modal politiknya dianggap langka dan bakal jadi kandidat kuat: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Penilaian itu datang langsung dari Ketua Harian PSI, Ahmad Ali. Ia bilang, Gibran punya sesuatu yang jarang dimiliki tokoh muda lain. Apa itu? Pengalaman strategis di level tertinggi pemerintahan. Jadi, saat pemilihan 2029 nanti, meski usianya masih sekitar 42 tahun, Gibran sudah punya beban kerja satu periode penuh sebagai wapres. Itu nilai plus yang besar.
Begitu kutipan yang beredar di akun Instagram @wartaekonomi, Minggu lalu. Ali menegaskan, pengalaman macam ini yang membedakannya dari figur muda lain yang kerap disebut-sebut. Ambil contoh nama-nama seperti AHY atau Muhaimin Iskandar. Potensi mereka tak diragukan, tapi pengalaman langsung di pemerintahan pusat, apalagi di posisi strategis seperti wapres, tentu berbeda bobotnya.
Di sisi lain, PSI juga melihat kelebihan lain. Posisi politik Gibran dinilai tak terlalu terikat kaku dengan satu struktur partai tertentu. Di tengah dinamika politik yang berubah-ubah, justru ini bisa jadi nilai jual. Pemilih, terutama generasi muda dan kalangan rasional yang akan mendominasi 2029, diyakini lebih melihat kapasitas dan rekam jejak nyata.
Artikel Terkait
Pengamat Desak Reshuffle, Soroti Kinerja Bahlil hingga Raja Juli
Buku Kontroversial Gibran Segera Diserbu ke Seluruh Anggota DPR
Fahri Sindir Anies: Gagasan Global South Itu Omongan Pak Prabowo yang Sudah Lama
Jepang Bubarkan Parlemen, Warganet Indonesia: Kapan Giliran Kita?