Nah, di situlah Gibran dianggap punya kombinasi menarik: pengalaman nyata, usia yang relatif muda, dan sekaligus jadi simbol regenerasi kepemimpinan. Tapi, Ahmad Ali buru-buru klarifikasi. Pernyataan ini bukan deklarasi dukungan resmi, lho. Ini lebih ke gambaran awal saja tentang peta kekuatan yang mulai terbentuk. Meski begitu, ia mengakui, nama Gibran akan sulit diabaikan dalam percakapan politik lima tahun ke depan.
Namun begitu, PSI paham betul peta politik itu cair. Banyak hal bisa berubah. Kinerja pemerintahan ke depan, geliat internal partai, hingga respons publik terhadap berbagai figur, semua akan memutar arah percaturan. Spekulasi politik untuk 2029 jelas masih panjang.
Tapi satu hal yang pasti: pernyataan PSI ini ikut memanaskan percakapan. Nama Gibran semakin kerap disebut, bukan cuma sebagai wapres, tapi juga sebagai salah satu simbol potensial dari generasi baru yang siap ambil alih.
Artikel Terkait
Pengamat Desak Reshuffle, Soroti Kinerja Bahlil hingga Raja Juli
Buku Kontroversial Gibran Segera Diserbu ke Seluruh Anggota DPR
Fahri Sindir Anies: Gagasan Global South Itu Omongan Pak Prabowo yang Sudah Lama
Jepang Bubarkan Parlemen, Warganet Indonesia: Kapan Giliran Kita?