Hari Natal tahun ini punya suasana berbeda di Rutan Kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Di balik tembok dan jeruji, tepatnya, ada 12 orang tahanan kasus korupsi yang merayakan kelahiran Yesus. Suasana di luar rutan sendiri tampak ramai oleh kedatangan keluarga dan rekan-rekan mereka sejak pagi.
Mereka berdatangan membawa bingkisan, menunggu antrean di depan pintu. Setelah mendaftar, satu per satu dipersilakan masuk untuk bertemu. Petugas keamanan tampak sibuk mengatur lalu lintas pengunjung, memastikan semuanya berjalan tertib. Ada yang cuma sebentar, ada juga yang lama, bergantung pada waktu kunjungan yang dijadwalkan.
Menurut sejumlah saksi, keramaian ini memang sudah diprediksi. Soalnya, KPK secara khusus memfasilitasi ibadah Natal bagi tahanan yang beragama Nasrani.
"Adapun saat ini tercatat 12 orang tahanan yang akan melaksanakan ibadah Natal tahun ini," jelas Jubir KPK Budi Prasetyo.
Ibadahnya sendiri digelar di area tatap muka Rutan, di Gedung Merah Putih, Kamis siang itu pukul 14.00 WIB. Sebelum ibadah, para tahanan diberi kesempatan menerima kunjungan keluarga antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Sebuah momen langka di tengah status mereka sebagai tahanan.
Budi Prasetyo menegaskan, fasilitas ini bukan sekadar basa-basi. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap hak-hak dasar setiap orang, tak terkecuali tahanan.
"Fasilitasi ibadah dan kunjungan khusus ini sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak dasar bagi setiap insan beragama, termasuk bagi tahanan KPK," ujarnya.
Di sisi lain, langkah ini punya dasar hukum yang kuat. KPK menyelaraskannya dengan azas-azas dalam UU Nomor 19 Tahun 2019, seperti kepastian hukum, keterbukaan, dan tentu saja, penghormatan terhadap HAM. Jadi, meski sedang dalam proses hukum, hak untuk beribadah dan bertemu keluarga tetap dijamin. Itu prinsipnya.
Suasana haru, rindu, dan sedikit kecanggungan mungkin bercampur jadi satu di ruang kunjungan itu. Tapi setidaknya, di hari yang suci ini, mereka bisa merasakan sedikit nuansa kebersamaan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN
KUHP dan KUHAP Baru Perkuat Perlindungan Hukum bagi Korban Perempuan dan Anak
Pedagang Es Cincau Keliling Tewas Diduga Akibat Kelelahan di Bekasi
Taman Cinta Takalar Jadi Destinasi Romantis Gratis Jelang Valentine