Harapannya jelas. Rismon ingin para wakil rakyat di Senayan itu benar-benar membaca bukunya. Lalu, mengambil tindakan tegas. Dia mendesak DPR untuk memanggil Kemendikdasmen dan semua pihak yang terlibat dalam perjalanan politik Gibran Rakabuming Raka, mulai dari pilwalkot Solo hingga pencalonannya sebagai wakil presiden.
“Ya, supaya mereka jangan cuma bungkam, jangan tuli,” tegas Rismon dengan nada prihatin. “Ini kan permasalahan besar di republik ini, lho. Kalau kita nggak bereaksi sekarang, kalau kita nggak meluruskan sekarang, yang akan meluruskan nanti ya generasi atau sejarawan masa depan. Pasti.”
Namun begitu, sasaran distribusi bukunya tak cuma berhenti di gedung parlemen. Rismon juga berencana membagikannya ke kalangan yang lebih luas. Mulai dari petani, nelayan, buruh, hingga mahasiswa. Buku itu juga akan disalurkan ke berbagai perpustakaan di seluruh Indonesia.
Buku setebal 268 halaman itu sendiri, menurut penulisnya, memuat hasil riset yang mereka kumpulkan. Intinya, buku tersebut diklaim berisi bukti-bukti bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA hingga gelar kuliahnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir