Fatta kemudian menjelaskan soal "cleavage" sosial. Menurutnya, partai yang kuat lahir dari perbedaan sosial yang jelas. Misalnya dari kelas tertentu, agama, atau isu pusat-daerah.
"Kalau tidak ada cleavage baru, ya tidak akan ada basis elektoral baru," tegasnya.
Persoalannya, bahkan partai yang seharusnya punya basis kuat seperti partai buruh pun menghadapi masalah sendiri.
"Bahkan partai buruh, nyatanya buruh sendiri terfragmentasi. Ini masalah kita," ungkapnya.
Jadi apa kuncinya bagi partai baru? Fatta menekankan, membangun ideologi yang jelas dan basis sosial yang nyata adalah harga mati. Tanpa itu, mereka cuma akan jadi kendaraan pragmatis bagi elite. Mereka harus bisa memberi representasi yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar jadi kendaraan menuju kursi kekuasaan.
Sumber: RMOL, 20 Januari 2025.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir