Fatta kemudian menjelaskan soal "cleavage" sosial. Menurutnya, partai yang kuat lahir dari perbedaan sosial yang jelas. Misalnya dari kelas tertentu, agama, atau isu pusat-daerah.
"Kalau tidak ada cleavage baru, ya tidak akan ada basis elektoral baru," tegasnya.
Persoalannya, bahkan partai yang seharusnya punya basis kuat seperti partai buruh pun menghadapi masalah sendiri.
"Bahkan partai buruh, nyatanya buruh sendiri terfragmentasi. Ini masalah kita," ungkapnya.
Jadi apa kuncinya bagi partai baru? Fatta menekankan, membangun ideologi yang jelas dan basis sosial yang nyata adalah harga mati. Tanpa itu, mereka cuma akan jadi kendaraan pragmatis bagi elite. Mereka harus bisa memberi representasi yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar jadi kendaraan menuju kursi kekuasaan.
Sumber: RMOL, 20 Januari 2025.
Artikel Terkait
Pertemuan Solo dan SP3 Ijazah: Kompromi Politik Jelang 2029?
SBY Beri Peringatan: Dunia Berdiri di Ambang Prahara Besar
Gerakan Rakyat Resmi Usung Anies Baswedan, Siapkan Partai Politik untuk 2026
Kasus Ijazah Jokowi Panas di 2026, Eggi Sudjana Berbalik Arah?