MURIANETWORK.COM - PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), emiten yang dikenal sebagai distributor kartu SIM ponsel, secara resmi melakukan diversifikasi bisnis dengan masuk ke sektor perhotelan dan restoran. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pendirian anak usaha baru, PT Griya Prima Indonesia (GPI), yang ditargetkan mulai beroperasi komersial pada pertengahan 2027.
Pendirian Anak Usaha untuk Bidang Pariwisata
Perusahaan meresmikan GPI pada 10 Februari 2026 dengan tujuan utama menggarap potensi di bidang pariwisata, khususnya penyediaan akomodasi hotel dan layanan restoran. Kantor operasional anak perusahaan ini beralamat di Grha Prima Indonesia, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang juga menjadi kantor pusat induk usahanya. Modal awal yang disetorkan untuk menggerakkan GPI sebesar Rp250 juta.
Struktur Kepemilikan dan Pengelolaan
Dalam struktur kepemilikannya, PMUI memegang kendali mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 99,6 persen. Sisanya, yakni 0,4 persen, dipegang oleh Agus Susanto yang tak hanya bertindak sebagai Direktur Utama PMUI, tetapi juga menjabat sebagai Direktur di GPI. Sementara posisi Komisaris dipercayakan kepada Rudy Susanto Wijaya Kaswan.
Agus Susanto menjelaskan bahwa pendirian entitas baru ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi perusahaan. "GPI dimaksudkan untuk menjadi anak usaha yang melakukan kegiatan usaha di bidang pariwisata khususnya perhotelan dan restoran," tuturnya.
Tahapan Menuju Operasional Komersial
Hingga saat ini, GPI belum menjalankan aktivitas operasional maupun kegiatan komersial. Fokus utama masih tertuju pada penyusunan perencanaan bisnis yang matang dan proses pengurusan berbagai perizinan yang diperlukan. Transisi dari tahap persiapan ke fase operasional membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Agus memberikan proyeksi waktu yang realistis mengenai kontribusi bisnis baru ini. "Perseroan memperkirakan GPI dapat mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan tahun 2027. Pada tahap awal operasional, kontribusi GPI terhadap pendapatan perseroan diperkirakan belum material terhadap laporan keuangan konsolidasian perseroan," jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola ekspektasi investor, sekaligus menegaskan bahwa bisnis inti distributor kartu SIM masih akan menjadi penopang utama kinerja keuangan perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
Artikel Terkait
Analis Rekomendasikan Akumulasi Saham Undervalued Jelang Imlek 2026
Antrean Panjang di Jewellery Fair 2026 Jadi Cermin Pencarian Aset Aman
Harga Emas Antam Turun Rp14.000 per Gram di Awal Pekan
Harga Minyak Menguat Tipis Didukung Data Inflasi AS yang Lebih Rendah