Di sisi lain, Oegroseno sendiri sebenarnya lebih menyoroti hal lain. Ia menganggap penyitaan ijazah asli Jokowi oleh Polda Metro Jaya sebagai langkah yang tidak lazim secara hukum. Baginya, barang bukti harus punya kaitan langsung dengan dugaan tindak pidana.
Faktanya, hingga sidang berlangsung, ijazah asli itu sendiri belum juga dihadirkan. Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, menyatakan dokumen tersebut masih ditahan Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan kasus dugaan fitnah yang melibatkan Eggi Sudjana.
Selain materai, Oegroseno juga menyelipkan catatan tentang pas foto di ijazah. Ia merasa ada perbedaan dengan penampilan Jokowi yang pernah ia jumpai dulu. Tak lupa, ia mengkritik penggunaan istilah “identik” oleh Bareskrim.
katanya dengan tegas di persidangan.
Jadi, perdebatan ini seolah terbelah. Satu sisi membahas teknis administrasi seperti materai, sisi lain justru mempertanyakan prosedur hukum dan keotentikan dokumen. Semuanya masih berlangsung, sementara ijazah aslinya masih belum tampak.
Artikel Terkait
Polemik Ijazah Jokowi: Dari Debat Gagasan ke Ranah Hukum, Ada Hitungan Politik di Baliknya
Pertemuan Rahasia di Solo: Eggi-Damai Diam-diam Bertemu Jokowi
Hensat Soroti Kontroversi Pandji: Ini Cuma Ekspresi Kekesalan, Bukan Gerakan Asing
PDIP Main Halus: Strategi Penyeimbang untuk Jaga Pintu Kekuasaan