Proyek Geothermal Gunung Lawu Picu Penolakan, Aktivis Khawatirkan Dampak Lingkungan
Karanganyar - Rencana pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, kembali menuai penolakan dari aktivis lingkungan. Komunitas Jagalawu menyatakan sikap tegas menentang proyek yang dinilai mengancam kelestarian ekosistem dan berpotensi menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat setempat.
Sejarah Penolakan dan Dampak Negatif di Lokasi Lain
Menurut Yannuar Faisal, perwakilan Jagalawu, proyek geothermal di kawasan ini sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2016, rencana serupa sempat dihentikan sementara akibat kuatnya gerakan penolakan dari warga. Yannuar mengingatkan bahwa pengalaman dari lokasi pengembangan geothermal lain, seperti di Mataloko, Nusa Tenggara Timur, dan Dieng, justru menunjukkan dampak negatif pasca pengembangan.
"Kualitas air menurun dan muncul kesenjangan sosial di masyarakat," ungkap Yannuar. Ia menambahkan bahwa banyak proyek geothermal di Indonesia justru memunculkan masalah lingkungan yang serius, bukan solusi energi bersih seperti yang digaungkan.
Artikel Terkait
Detak Hati di Lereng Bulusaraung: Saat Tim SAR Menemukan Korban Kedua di Dahan Pohon
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga
Wali Kota Madiun Tiba di KPK Usai OTT, Diduga Terkait Fee Proyek dan CSR
Wali Kota Madiun Diamankan KPK, Tegaskan Komitmen Membangun di Depan Wartawan