Yannuar juga menyoroti kurangnya tanggung jawab dari pengembang dalam menangani dampak sosial dan ekologis yang timbul. Untuk mengedukasi masyarakat, Jagalawu berencana melakukan sosialisasi melalui forum RT dan Karang Taruna di sekitar Jenawi. Tujuannya agar warga memahami potensi risiko dari proyek tersebut dan dapat mengambil sikap yang tepat berdasarkan informasi yang komprehensif.
Pemerintah Bersikukuh Lanjutkan Lelang Proyek Geothermal Jenawi
Di sisi lain, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersikukuh untuk melanjutkan lelang proyek geothermal Jenawi. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional pengembangan energi terbarukan. Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang sangat besar, mencapai sekitar 27 gigawatt, namun pemanfaatannya hingga saat ini masih di bawah 10 persen.
Pemerintah menilai geothermal sebagai energi masa depan yang bersih dan ramah lingkungan, serta berkomitmen untuk melaksanakannya dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan budaya lokal. Meski demikian, komitmen tersebut tampaknya belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran masyarakat dan aktivis yang menginginkan jaminan perlindungan lingkungan dan keadilan sosial yang lebih nyata.
Sumber: https://contohsumber.com/artikel-geothermal-gunung-lawu
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Andalusia: 40 Tewas dan Dugaan Kerusakan Rel di Balik Tragedi Kereta Cepat
Ibadah Minggu Berakhir Tragis: 163 Jemaat Diculik Bandit di Kaduna
Detak Hati di Lereng Bulusaraung: Saat Tim SAR Menemukan Korban Kedua di Dahan Pohon
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga