"Tapi oleh termul, beritanya digoreng. Seolah-olah BES dan DHL yang minta maaf," sambung Refly, masih membacakan pesan tersebut.
Alasan penolakan mereka, menurut pesan itu, berakar pada keyakinan yang belum goyah. Hingga detik ini, Eggi dan Damai percaya bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah asli. Poin inilah yang mereka anggap paling mendasar.
"Terutama ijazah SMA-nya. Dan dalam pertemuan itu juga, ijazah aslinya tidak ditunjukkan. Ini poin pentingnya," tegas Refly, menutup pembacaan pesannya.
Jadi, pertemuan yang sempat ramai itu berakhir tanpa kata maaf. Hanya klaim, sanggahan, dan sebuah tawaran proyek besar yang menurut satu pihak tak pernah diterima.
[Ilustrasi: Eggi Sudjana dalam suatu kesempatan]
Artikel Terkait
Parpol Berbalik Arah, Dukungan Pilkada Tidak Langsung Dinilai Abai Suara Rakyat
Rismon Sianipar Pertanyakan Konsistensi Ijazah Sarjana Penuh Jokowi
Bahlil Buka Suara: Ada yang Tak Rela Indonesia Mandiri Energi
Luhut Murka: Saya Tak Punya Saham TPL, Justru Ingin Pabriknya Ditutup!