"Tapi oleh termul, beritanya digoreng. Seolah-olah BES dan DHL yang minta maaf," sambung Refly, masih membacakan pesan tersebut.
Alasan penolakan mereka, menurut pesan itu, berakar pada keyakinan yang belum goyah. Hingga detik ini, Eggi dan Damai percaya bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah asli. Poin inilah yang mereka anggap paling mendasar.
"Terutama ijazah SMA-nya. Dan dalam pertemuan itu juga, ijazah aslinya tidak ditunjukkan. Ini poin pentingnya," tegas Refly, menutup pembacaan pesannya.
Jadi, pertemuan yang sempat ramai itu berakhir tanpa kata maaf. Hanya klaim, sanggahan, dan sebuah tawaran proyek besar yang menurut satu pihak tak pernah diterima.
[Ilustrasi: Eggi Sudjana dalam suatu kesempatan]
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir