MURIANETWORK.COM – Wacana Partai Golkar soal koalisi permanen? Banyak yang meragukannya. Sejarah bicara lain. Justru partai berlambang pohon beringin inilah yang kerap dianggap paling tidak setia menjaga komitmen koalisi. Gagasan itu dinilai cuma akan jadi jargon belaka.
Efriza, pengamat politik dari Citra Institute, menggarisbawahi hal itu. Menurutnya, watak politik Golkar sudah lama diwarnai inkonsistensi. Pola ini, katanya, sudah terlihat sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai ini punya kecenderungan untuk membelot dari barisan pendukung pemerintah.
“Golkar bicara koalisi permanen tapi justru Golkar sendiri yang selama ini membuat koalisi rapuh,” tegas Efriza.
Ia menyampaikan hal itu kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu (4/1/2026).
“Kalau kita belajar dari sejarah politik era reformasi, polanya selalu berulang,” tambahnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir