Wacana Koalisi Permanen Golkar Dikritik: Merekalah yang Selama Ini Membuat Koalisi Rapuh

- Minggu, 04 Januari 2026 | 12:25 WIB
Wacana Koalisi Permanen Golkar Dikritik: Merekalah yang Selama Ini Membuat Koalisi Rapuh

MURIANETWORK.COM – Wacana Partai Golkar soal koalisi permanen? Banyak yang meragukannya. Sejarah bicara lain. Justru partai berlambang pohon beringin inilah yang kerap dianggap paling tidak setia menjaga komitmen koalisi. Gagasan itu dinilai cuma akan jadi jargon belaka.

Efriza, pengamat politik dari Citra Institute, menggarisbawahi hal itu. Menurutnya, watak politik Golkar sudah lama diwarnai inkonsistensi. Pola ini, katanya, sudah terlihat sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai ini punya kecenderungan untuk membelot dari barisan pendukung pemerintah.

“Golkar bicara koalisi permanen tapi justru Golkar sendiri yang selama ini membuat koalisi rapuh,” tegas Efriza.

Ia menyampaikan hal itu kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu (4/1/2026).

“Kalau kita belajar dari sejarah politik era reformasi, polanya selalu berulang,” tambahnya.

Bagi Efriza, gagasan semacam itu sulit diwujudkan. Tanpa fondasi platform bersama yang kuat, dan yang lebih penting, komitmen jangka panjang yang bisa bertahan lintas kepemimpinan partai, wacana itu hanya akan mengambang. Ia melihat ini lebih sebagai manuver strategis ketimbang sebuah realitas politik yang siap dijalankan.

“Contoh konkretnya sangat banyak,” ujarnya singkat.

Sebagai Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS), Efriza lalu membeberkan contoh. Catatan menunjukkan Golkar berkali-kali keluar barisan atau berbalik sikap setelah pemilu usai. Padahal, sebelumnya mereka adalah bagian dari koalisi pemerintahan. Pola ini, menurutnya, adalah sebuah siklus.

“Jika ditelusuri sejarah pascapilpres, partai yang paling sering tidak konsisten dalam koalisi adalah Golkar,” pungkasnya.

Ia melihat pola itu berjalan dari era SBY, berlanjut di era Jokowi, dan besar kemungkinan akan terulang lagi di era pemerintahan Prabowo nanti. Sebuah siklus yang, baginya, sulit diputus.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar