MURIANETWORK.COM - Perpecahan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas. Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, tetap bersikukuh bahwa posisinya sebagai Ketua Umum PBNU masih sah dan tak tergoyahkan.
Baru-baru ini, melalui Rapat Harian Tanfidziyah yang dipimpin langsung oleh Gus Yahya, PBNU melakukan perombakan besar-besaran. Salah satu yang paling mencolok adalah pergeseran Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dari Sekretaris Jenderal menjadi Ketua PBNU.
Ketegangan antara keduanya pun memasuki babak baru. Gus Yahya dan Gus Ipul kini seperti berlomba-lomba mengumpulkan dukungan. Sasaran mereka jelas: para kiai pesantren yang punya pengaruh kuat di kalangan Nahdliyin.
Pada Selasa, 25 November lalu, Gus Ipul terlebih dahulu menyambangi kediaman pengurus Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur. Tak mau kalah, dua hari kemudian, giliran Gus Yahya yang datang ke pondok yang sama. Upaya ini jelas untuk meredakan ketegangan yang kian meruncing.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir