Mendagri Soroti Pemulihan Aceh, Tamiang Jadi Fokus Utama Jelang Kunjungan Presiden

- Selasa, 30 Desember 2025 | 14:48 WIB
Mendagri Soroti Pemulihan Aceh, Tamiang Jadi Fokus Utama Jelang Kunjungan Presiden

Di Banda Aceh, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan laporan terkini soal penanganan bencana di Sumatera. Wilayah yang jadi perhatian utama adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, proses pemulihan di lapangan masih terus berjalan, meski kecepatannya berbeda-beda di tiap daerah.

Kalau dibandingkan, Sumut ternyata lebih cepat bangkit. Dari puluhan kabupaten dan kota yang terdampak di tiga provinsi itu, Sumut kini cuma tinggal lima wilayah yang masih butuh penanganan fisik serius. Situasinya agak berbeda dengan Aceh.

Di provinsi ujung barat Indonesia itu, masih ada tujuh kabupaten yang kondisinya memprihatinkan dan butuh perhatian ekstra.

“Ada 7 yang masih perlu kita konsen. Nomor satu adalah Aceh Tamiang. Kemudian Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Pidie Jaya,” jelas Tito dalam rapat koordinasi satgas pascabencana, Selasa (30/12).

Dari semua wilayah itu, Tito menyoroti satu nama. “Yang paling berat adalah Tamiang, karena Tamiang pemerintahannya belum berjalan efektif dan kemudian ekonomi juga belum berjalan maksimal,” tambahnya.

Nah, terkait kondisi itu, upaya percepatan penanganan di Aceh sekarang sedang dikebut. Tenaga gabungan dari TNI, Polri, dan BNPB yang sudah ada di lapangan bakal dapat bantuan tambahan. Asalnya dari para Praja IPDN.

Percepatan ini juga punya kaitan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto. Beliau rencananya akan berkunjung ke Tamiang dalam waktu dekat, tepatnya pekan ini.

“Jadi Tamiang ini memang harus betul-betul diserang, dikeroyok ramai-ramai supaya secepat mungkin bangkit, apalagi Bapak Presiden akan hadir tanggal 1 [1 Januari 2026] ke sana,” tegas Tito.

Rencana pengiriman bantuan tenaga punya format yang cukup unik. “Kami akan mengirimkan juga 1.100 Praja IPDN tingkat 4. Jadi kami anggap ini adalah KKN buat mereka, masuk kurikulum. Tugas mereka utama adalah satu bulan, mulai tanggal 3 [Januari] nanti, [melakukan] pembersihan, kantor-kantor,” pungkas Mendagri.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar