Jumat pagi di Palmerah, Jakarta Barat, suasana cukup ramai. Presiden Prabowo Subianto hadir untuk meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan gudang ketahanan pangan milik Polri. Tapi di tengah acara itu, ada satu hal yang rupanya masih mengganjal di pikirannya.
Dengan nada yang terdengar sedikit heran, Prabowo menyentuh soal program Makan Bergizi Gratis. Ia merasa program yang diniatkan untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia justru dituding sebagai bentuk penghinaan. "Saya heran," kira-kira begitu ungkapannya.
Langsung di tempat itu, ia memberi perintah khusus kepada Kepala Staf Presiden, Qodari.
Bukan sekadar dikumpulkan. Prabowo bahkan bilang ingin menontonnya tiap malam. "Aku minta, biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat. Enggak apa-apa," lanjutnya. Sebuah permintaan yang terdengar personal, seolah ingin mengingat-ingat setiap kritik itu.
Menurutnya, semua tuduhan itu sama sekali nggak masuk akal. Prabowo lalu bercerita tentang pengabdiannya yang sudah dimulai sejak jadi perwira muda di TNI. Saat itu pun, katanya, ia sudah siap mengorbankan nyawa untuk bangsa. "Karena itu, mana mungkin saya sekarang malah menghina Indonesia?" ujarnya menegaskan.
Artikel Terkait
Ibu dan Anak Diduga Mencebur ke Sungai Tonjung, Pencarian Berlanjut
Rieke Diah Pitaloka Dorong Perlindungan Pembela HAM Masuk RUU Saksi dan Korban
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan dengan Parang di Makassar Usai Buron Sepekan
Jaksa Penuntut Kasus Mark Up Video Desa Dipertanyakan di DPR