MURIANETWORK.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan penghargaan kepada dokter, perawat, dan relawan kesehatan yang telah bertugas menangani dampak bencana di tiga provinsi. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh pimpinan partai dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat (13/2/2026), sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi lapangan yang dilakukan di tengah keterbatasan.
Penghargaan untuk Dedikasi di Tengah Bencana
Dalam acara bertajuk "Pemberian Apresiasi Atas Dedikasi dan Pengabdian Dokter, Perawat, Driver-Co Driver, dan Relawan Kesehatan" di Sekolah Partai, Lenteng Agung, pimpinan PDIP secara resmi menyampaikan terima kasih. Acara yang digelar Jumat lalu itu dihadiri oleh sejumlah elite partai, termasuk Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Bidang Kesehatan DPP PDIP Ribka Tjiptaning.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Sri Rahayu, yang menjadi pembicara kunci, menekankan bahwa aksi nyata di lapangan jauh lebih bermakna daripada sekadar simbolisasi. Ia secara tegas menyoroti perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh relawannya.
"Kita harus bangga, PDI Perjuangan punya relawan yang siap tempur di kondisi apa pun, baik ada bencana maupun tidak. Ini yang membedakan kita dengan yang lain. Saat kami turun di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara, yang ada hanya kita. Yang lain hanya menempelkan spanduk, tapi kerja untuk kesehatan masyarakat sama sekali tidak ada," tegas Sri Rahayu.
Pengalaman Langsung Menembus Medan Sulit
Lebih dari sekadar pidato, Sri Rahayu membagikan pengalaman pribadinya turun langsung ke lokasi bencana. Perjalanan yang ditempuhnya bersama Ribka Tjiptaning bukanlah perjalanan mudah. Mereka harus menempuh rute darat yang melelahkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pengalaman di lapangan itu, menurutnya, memberikan pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi para relawan setiap harinya.
"Saya dan Mbak Ning (Ribka Tjiptaning) merasakan perjalanan paling panjang hingga 18 jam, total bolak-balik 33 jam naik mobil. Penting bagi kami untuk tahu kesulitan relawan di lapangan, mulai dari akses jalan yang berat hingga fasilitas yang terbatas," ungkapnya.
Rencana Tindak Lanjut dan Komitmen Ke Depan
Usai memberikan apresiasi, agenda partai tidak berhenti. Sri Rahayu melaporkan rencana tindak lanjut kepada Hasto Kristiyanto, yang berfokus pada penanganan kesehatan jangka panjang pascabencana. Kekhawatiran utama adalah munculnya penyakit, terutama gangguan pernapasan, akibat debu dan lumpur sisa bencana ketika musim kemarau tiba.
"Masyarakat di tiga provinsi tersebut sangat menyambut baik kehadiran kita. Ke depan, kita akan susun kembali langkah-langkah terorganisir untuk bakti sosial kesehatan, terutama mengantisipasi penyakit pernapasan saat musim kemarau akibat debu sisa bencana," jelas Sri Rahayu mengenai rencana strategis ke depan.
Di akhir penyampaiannya, ia kembali menegaskan komitmen untuk terus aktif mendampingi masyarakat. Sri Rahayu meminta seluruh jaringannya untuk tetap peka terhadap masalah kesehatan di akar rumput dan memastikan akses layanan kesehatan dapat terjangkau.
"Apapun masalah kesehatan di tengah warga, jika kita tahu informasinya, tugas kita adalah hadir dan membantu melaksanakannya," tutupnya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR: Afirmasi Saja Tak Cukup, Perlu Solidaritas Perempuan untuk Dongkrak Keterwakilan Politik
Suporter PSIR Rembang Serbu Lapangan dan Kejar Wasit Usai Kekalahan
Bahlil Lahadalia Siap Maju Caleg dari Dapil Papua pada 2029
Bamsoet: HUT ke-58 Fraksi Golkar Momentum Perkuat Komitmen Demokrasi dan Kesejahteraan