MURIANETWORK.COM - Kreator konten ternama Codeblu dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh perusahaan kosmetik Clairmont (PT Prima Hidup Lestari) pada 2 Februari 2026. Laporan tersebut menjerat youtuber berinisial CB dengan nama asli WA atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan, menyusul konten review negatif yang dibuatnya terhadap produk Clairmont.
Dua Pasal yang Dijeratkan
Kuasa hukum Clairmont, Reagan, menjelaskan bahwa laporan yang telah dilayangkan memuat dua pasal kunci. Pasal-pasal tersebut diklaim relevan dengan aktivitas digital Codeblu, yakni terkait dugaan cyber bullying dan upaya pemerasan. Menurut penuturan Reagan, laporan ini merupakan langkah hukum formal untuk menindak perilaku yang dianggap telah melampaui batas kritik produk.
"Terima kasih teman-teman yang sudah hadir. Saya lebih akan menjelaskan lebih ke teknis pelaporan. Jadi yang kami laporkan di sini, yang bersangkutan inisial CB, nama aslinya WA, itu kami laporkan di Mabes Polri," tutur Reagan pada Jumat (13/2/2026).
Modus "Konsultasi" Senilai Ratusan Juta
Inti dari tuduhan pemerasan berawal dari sebuah tawaran yang datang dari pihak Codeblu kepada Clairmont. Usai membuat review buruk, Codeblu disebut menawarkan jasa konsultasi dengan nilai yang sangat tinggi. Tawaran awal bahkan mencapai angka Rp 600-650 juta, sebelum kemudian "didiskon" menjadi Rp 350 juta.
Bagi pihak Clairmont, diskon tersebut bukanlah penawaran yang tulus, melainkan sebuah tekanan terselubung. Mereka menilai pola ini sebagai bentuk premanisme digital, di mana konten negatif dijadikan alat untuk menggalang keuntungan finansial dari brand yang direview.
"Karena memang modusnya itu konsultasi. Awalnya bahkan ditawarkan senilai Rp 600 atau 650 juta. Kemudian dengan dalih, 'Oh saya kasih diskon' menawarkan kembali Rp 350 juta yang buat kami itu sebenarnya bukan penawaran yang baik, tapi merupakan suatu bentuk pemerasan yang kita sebut sebagai preman digital sekarang," papar Reagan lebih lanjut.
Menunggu Tanggapan dari Pihak Terlapor
Hingga saat ini, suasana di kubu Codeblu masih terlihat sunyi. Sang kreator konten belum memberikan pernyataan atau klarifikasi apa pun menanggapi laporan polisi ini, baik melalui unggahan di media sosial maupun pernyataan langsung kepada publik. Keheningan ini justru menambah ketegangan dalam kasus yang mulai menyita perhatian publik ini, meninggalkan ruang untuk spekulasi sementara proses hukum diperkirakan akan berjalan.
Artikel Terkait
KKB Tembak Mati Pilot dan Kopilot Usai Serang Pesawat di Bandara Korowai
Persis Solo dan Madura United Bermain Imbang 2-2 di Manahan
Dua Pengendara Motor Luka Parah Usai Tabrak Mobil yang Baru Kecelakaan di Arjuna Selatan
Anggota DPR Desak Penertiban Truk dan ODOL untuk Atasi Macet Tol Jakarta-Tangerang