Kemacetan di ruas Tol Jakarta-Tangerang sudah bukan hal baru. Tapi belakangan ini, kondisinya makin parah dan benar-benar meresahkan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, pun angkat bicara. Ia mendesak instansi terkait untuk segera ambil langkah konkret, tidak bisa lagi ditunda-tunda.
Masalahnya kompleks, namun ada satu sorotan utama: ulah truk. Menurut sejumlah saksi, banyak truk seenaknya mengambil lajur kanan jalur yang seharusnya untuk mendahului. Truk-truk besar itu berjalan lambat, memaksa kendaraan di belakangnya ikut melambat. Akibatnya, arus macet total, apalagi di jam sibuk. Risiko kecelakaan pun melonjak.
"Saya menerima banyak aduan dari masyarakat terkait truk-truk yang dengan leluasa mengambil lajur kanan di Tol Jakarta-Tangerang. Ini sudah menyangkut keselamatan pengguna jalan. Jalur kanan bukan untuk kendaraan berat berjalan lambat,"
tegas Rano dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Persoalan tak berhenti di situ. Masih ada saja truk beroperasi dengan muatan berlebih dan dimensi tak wajar, atau yang biasa disebut ODOL. Praktik ini bukan cuma melanggar aturan. Bayangkan, beban berlebih itu menggerus badan jalan lebih cepat dan meningkatkan potensi kecelakaan fatal. Sudah sering dibahas, tapi di lapangan masih terjadi.
"Kita sudah lama berbicara soal penertiban ODOL, tapi di lapangan praktiknya masih terjadi. Penegakan hukum tidak boleh setengah hati. Kalau ada pelanggaran, harus ada konsekuensi nyata,"
Artikel Terkait
Pria Pacaran 3 Tahun Cekik Wanita hingga Tewas di Sawah Sragen
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Capai 4,38 Juta Ton
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Gantikan dengan Mantan Pengacara Pribadi
Gubernur DKI Perketat Izin Perjalanan Dinas ASN, Banyak Permohonan Ditolak