Api melalap bangunan Kantor Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, pada Rabu malam. Peristiwa itu tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sejumlah ruangan, tetapi juga mencederai seorang petugas pemadam kebakaran yang terkena pecahan kaca saat berupaya menjinakkan si jago merah.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Petugas pemadam kebakaran bernama Nurdin menjadi salah satu korban luka dalam insiden tersebut. Ia terkena serpihan kaca yang jatuh dari atas gedung saat tengah berusaha memadamkan api.
“Saya tadi menghindari pecahan kaca dari atas agar tidak jatuh ke badan dengan tangan,” ujar Nurdin setelah mendapatkan perawatan dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan.
Dua jari tangan Nurdin harus dibersihkan dan kemudian diperban. Ia tampak meringis menahan perih saat lukanya dibersihkan oleh tim medis. Meski tidak sedang bertugas, Nurdin mengaku langsung bergegas menuju lokasi begitu mendengar kabar kebakaran melalui radio komunikasi.
“Tadi saya lagi makan di rumah dan sedang tidak piket, tapi saat mendengar radio ada 65 (kebakaran) di Kantor Bupati, saya langsung jalan,” katanya.
Nurdin menyebutkan bahwa hampir seluruh personel Damkar Bulungan turun ke lokasi, termasuk mereka yang tidak sedang menjalani piket. Sesampainya di tempat kejadian, api terlihat sudah membesar dari bagian belakang bangunan utama kantor bupati.
“Kayaknya semua armada kita turun, ada delapan dari Markas Jalan Katamso dan ada dua armada yang memang standby di kecamatan terdekat,” ungkapnya.
Selain armada Damkar Bulungan, sejumlah kendaraan pemadam lain turut dikerahkan. Terlihat mobil Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Armoured Water Cannon (AWC) dari Polda Kalimantan Utara serta Polresta Bulungan berada di lokasi. Kepala Markas PMI Kabupaten Bulungan, Tono, menambahkan bahwa armada damkar dari Bandara Tanjung Harapan dan TNI AD juga ikut membantu.
“Anggota PMI Provinsi Kaltara dan Kabupaten Bulungan sebanyak 14 orang yang turun dan ada tiga unit ambulans kita siagakan di lokasi kebakaran,” ujar Tono.
Di tengah upaya pemadaman, situasi sempat riuh oleh banyaknya warga yang memadati area kantor bupati. Petugas keamanan dan pemadam beberapa kali berteriak meminta warga untuk mundur agar tidak menghalangi lalu lintas kendaraan pemadam. “Mundur-mundur. Jangan nonton,” terdengar teriakan petugas di lapangan.
Memasuki pukul 22.00 Wita, api semakin membesar dan melahap ruang kerja bupati serta wakil bupati Bulungan di Jalan Jelarai Raya, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor. Suminah, seorang petugas kebersihan di kantor tersebut, tampak panik saat melihat gedung tempatnya bekerja dilalap api. “Ya Allah.. Allahuakbar.. Mudah-mudahan cepat padam,” ucapnya.
Suminah yang rumahnya berada sekitar 200 meter dari kantor bupati langsung bergegas menuju lokasi begitu mendengar kabar kebakaran. “Baru saja melihat tadi saya langsung ke sini. Karena api kelihatan dari rumah,” ujarnya.
Sekitar pukul 23.00 Wita, api mulai berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas damkar masih terus melakukan pendinginan karena beberapa titik api kembali muncul. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Petugas kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lapangan.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Makassar Rabu: Cerah Berawan hingga Berawan, Suhu 19-33 Derajat Celsius
Australia Panggil Dubes Israel Setelah Aktivis Dipaksa Berlutut dan Diikat oleh Menteri Keamanan Nasional
Prajurit Marinir Asal Lampung Utara Gugur Saat Jalani Pendidikan Elite Denjaka di Cilandak
Guardiola Buka Peluang Bertahan di Manchester City, Belum Putuskan Masa Depan