Kompensasi Rp1,7 Miliar untuk Keluarga Korban Kebakaran Apartemen Pekerja Migran di Hong Kong

- Rabu, 03 Desember 2025 | 13:24 WIB
Kompensasi Rp1,7 Miliar untuk Keluarga Korban Kebakaran Apartemen Pekerja Migran di Hong Kong

Kabar duka datang dari Hong Kong. Menteri Tenaga Kerja Chris Sun Yuk-han baru saja mengumumkan kompensasi bagi keluarga korban kebakaran maut di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po. Nilainya cukup besar, mencapai 800 ribu dolar Hong Kong atau sekitar Rp 1,7 miliar untuk setiap keluarga yang kehilangan anggota.

Kebakaran itu sendiri merenggut nyawa sepuluh pekerja domestik. Menurut data yang dirilis, sembilan di antaranya adalah Warga Negara Indonesia. Sungguh sebuah tragedi yang memilukan.

“Tentunya repatriasi jenazah WNI diupayakan sesegera mungkin,” jelas Clemens Triaji Bektikusuma dari KJRI Hong Kong.

“Namun demikian, tentu terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan, termasuk perampungan proses identifikasi, verifikasi dan proses-proses lain yang dilakukan oleh otoritas setempat,” sambungnya.

Rincian kompensasi dari pemerintah Hong Kong terdiri dari beberapa bagian. Ada kompensasi hukum yang nilainya diperkirakan melampaui HKD 500 ribu. Lalu, ditambah bantuan tunai sekali bayar sebesar HKD 200 ribu, dan dukungan tambahan lain sekitar HKD 50 ribu. Jika dijumlah, totalnya memang mencapai angka yang diumumkan tadi.

Di sisi lain, nasib korban selamat dan yang terluka juga tak luput dari perhatian. Mereka yang menderita luka-luka akan mendapat santunan sesuai lama perawatan, berkisar antara HKD 50 ribu hingga 100 ribu. Sementara itu, semua pekerja domestik yang selamat, baik yang terluka maupun tidak, akan menerima bantuan tunai dan kartu prabayar masing-masing senilai HKD 20 ribu.

Data terbaru dari Kemlu RI menyebutkan, dari total pekerja di lokasi kejadian, 108 WNI telah dikonfirmasi selamat. Sayangnya, hingga kini masih ada 22 orang yang belum ditemukan. Pencarian dan identifikasi tentu masih terus berlangsung.

Menurut pemberitaan The Standard, apartemen di Wang Fuk Court itu dihuni oleh 235 pekerja domestik asing. Rinciannya, 141 orang berasal dari Indonesia dan 94 lainnya dari Filipina. Dari jumlah itu, selain yang tewas, tercatat 3 orang luka-luka dan 30 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 192 orang dinyatakan selamat.

Kini, fokus beralih pada proses pemulangan. Keluarga di tanah air tentu menunggu dengan hati berat. Upaya diplomasi dan prosedur hukum dijalankan, meski harus melalui tahapan yang tak bisa dipersingkat. Semoga semua proses dapat berjalan lancar, memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga yang berduka.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar