Roy kemudian menyampaikan kekesalannya. Baginya, jika sekarang tiba-tiba lembar pengesahan itu muncul, artinya ada yang tidak beres. Artinya, saat itu dia dan kawan-kawannya telah dibohongi oleh pihak UGM yang datang dengan surat resmi sekalipun.
"Jadi begini, kalau nanti ternyata ada lembar pengesahannya, saya hanya perlu mencatatkan satu hal. Semua penonton di Indonesia yang menyaksikan Rakyat Bersuara ini jadi saksi: bahwa pada 15 April 2025, UGM yang diwakili Prof. Wening Udasmoro dan Dr. Arie Sujito telah berbohong kepada kami bertiga."
Maka, menurutnya, jangan salahkan dia dan tim jika akhirnya ada kejanggalan. Sebab, saat itu juga mereka hanya diberi bukti yang menurut pengakuannya tidak lengkap.
"Jangan salahkan kami," tegasnya di akhir wawancara. "Salahkan saja pihak yang menunjukkan bukti palsu kepada kami."
Pernyataan Roy Suryo ini tentu menambah panjang daftar perdebatan seputar dokumen akademik Jokowi. Namun begitu, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak UGM atau Istana terkait klaim terbaru ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir