Kebuntuan di Washington Picu Shutdown, Layanan Publik Terancam Lumpuh

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:54 WIB
Kebuntuan di Washington Picu Shutdown, Layanan Publik Terancam Lumpuh

Washington kembali dilanda kebuntuan. Pemerintah federal Amerika Serikat memasuki fase shutdown sebagian mulai Sabtu dini hari, setelah para anggota Kongres gagal mencapai kata sepakat soal anggaran tahun fiskal 2026. Tenggat waktu tengah malam pun berlalu tanpa ada kesepakatan.

Ketegangan politik yang sudah memanas ternyata berimbas langsung ke ruang sidang. Pemicunya adalah insiden berdarah di Minneapolis, di mana dua demonstran tewas ditembak agen imigrasi federal. Partai Demokrat langsung berang. Akibatnya, pembahasan tambahan dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) pun mandek total.

Dick Durbin, Wakil Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat, tak menyembunyikan kegeramannya. Lewat sebuah unggahan di media sosial, ia menyoroti aksi pemerintah.

“Alih-alih memburu penyelundup narkoba, predator anak, dan pelaku perdagangan manusia, pemerintahan Trump justru menyia-nyiakan sumber daya dengan menargetkan demonstran damai di Chicago dan Minneapolis,” tulisnya.

“Pemerintahan ini terus membuat warga Amerika semakin tidak aman,” lanjut Durbin, seperti dilaporkan AFP.

Dampaknya langsung terasa. Sekitar tiga perempat operasi pemerintah federal kini terpaksa berhenti atau melambat. Berbagai lembaga, yang menangani urusan mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai perumahan, harus bersiap menjalani prosedur darurat. Layanan publik dipastikan bakal terganggu.

Meski situasinya suram, ada secercah harapan. Para pemimpin dari kedua partai di Kongres memperkirakan gangguan ini tak akan berlangsung lama. Pasalnya, Senat sebenarnya sudah meloloskan sebuah paket. Paket itu membiayai sebagian besar lembaga federal hingga September mendatang. Untuk DHS, ada dana darurat dua pekan yang disisipkan, memberi waktu bagi negosiasi kebijakan imigrasi yang alot untuk terus berjalan.

Nah, bola kini ada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka dijadwalkan kembali bersidang pada Senin depan. Jika mereka bisa segera meratifikasi kesepakatan dari Senat dan itu kemungkinan besar terjadi maka pendanaan pemerintah bisa dipulihkan hanya dalam hitungan hari.

Tapi, bayang-bayang ketidakpastian tetap ada. Kalau penutupan ini berlarut-larut, konsekuensinya serius. Puluhan ribu pegawai federal terancam dirumahkan tanpa gaji. Atau, lebih buruk lagi, mereka dipaksa tetap bekerja tanpa menerima bayaran sampai anggaran akhirnya disahkan.

Presiden Donald Trump sendiri sudah menyatakan dukungannya pada kesepakatan Senat. Ia mendesak DPR untuk bertindak cepat. Trump jelas ingin menghindari skenario terburuk: shutdown berkepanjangan. Bila ini terjadi, ini akan menjadi penutupan pemerintah kedua selama masa jabatan keduanya. Kita masih ingat, shutdown terlama tahun lalu sempat melumpuhkan layanan federal selama lebih dari sebulan kekacauan yang pasti tidak ingin diulang oleh siapa pun.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar