Kronologi Mahasiswi UIN Solo Tewas Usai Lompat dari Lantai 4 Gedung Kampus
Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta meninggal dunia setelah diduga melakukan bunuh diri. Insiden tragis ini terjadi pada Jumat, 17 Oktober 2025, di lingkungan kampus.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, mengonfirmasi bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang berinisial AP ditemukan tergeletak di area kampus setelah diduga melompat dari lantai empat sebuah gedung.
"Benar, seorang mahasiswi ditemukan tergeletak di lingkungan kampus. Diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat," ujar Tugiyo.
Setelah jatuh, korban diduga masih sempat hidup dan tubuhnya menimpa mobil Toyota Innova Reborn milik seorang dosen sebelum akhirnya jatuh ke aspal. AP kemudian segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang diderita.
Hasil Penyidikan Polisi
Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap motif di balik tindakan AP. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban melompat sendiri dari lantai empat gedung laboratorium dengan menggunakan sebuah kursi berwarna hitam.
"Dari hasil olah TKP, korban murni melakukan aksi melompat dari lantai empat rooftop gedung menggunakan sebuah kursi berwarna hitam," jelas Tugiyo.
Polisi menegaskan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau dugaan keterlibatan orang lain dalam peristiwa ini. Kursi yang digunakan korban telah diamankan sebagai barang bukti.
Kondisi Kejiwaan Korban
Kapolsek Kartasura membeberkan bahwa AP memiliki riwayat gangguan bipolar. Menurut keterangan teman-temannya, korban kerap mengalami kecemasan dan kegelisahan.
"Menurut keterangan teman-temannya, korban memang memiliki riwayat bipolar. Sebelumnya juga pernah melakukan percobaan bunuh diri di gedung yang sama, namun sempat digagalkan oleh teman-temannya," ungkap Tugiyo.
Penanganan Pasca Kejadian
Polisi berkoordinasi dengan pihak kampus untuk memberikan penanganan psikologis bagi sivitas akademika serta menjaga situasi tetap kondusif pasca kejadian. Pihak kepolisian juga membantah adanya isu perundungan atau konflik internal kampus yang mendorong AP bunuh diri.
"Tidak ada indikasi bullying, tidak ada konflik dengan teman-temannya. Kami akan tetap menguatkan hasil pemeriksaan ini dengan keterangan pihak keluarga," tegas Tugiyo.
Bantuan untuk yang Membutuhkan
Bunuh diri dapat terjadi ketika seseorang mengalami depresi dan merasa tidak ada yang dapat membantu. Jika Anda atau orang terdekat mengalami permasalahan serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan.
Layanan konseling dan dukungan kesehatan jiwa tersedia untuk meringankan beban yang dirasakan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan konseling, kunjungi situs Into The Light Indonesia.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor