Mau rumah bersih? Sebaiknya selesai bersih-bersih sebelum hari H. Menyapu atau membersihkan rumah saat Imlek adalah pantangan yang cukup populer. Aktivitas ini dipercaya bisa ikut menyapu rezeki dan keberuntungan yang baru datang.
Alhasil, keluarga-keluarga Tionghoa biasanya membereskan rumah beberapa hari sebelum Imlek. Tujuannya untuk membuang sial tahun lalu dan menyiapkan rumah menyambut energi baik. Nah, di hari Imlek, sapu dan alat kebersihan lain biasanya disembunyikan dulu. Biar nggak kepakai.
Rambut Jangan Dicuci atau Dipotong
Pantangan lain yang sering diperhatikan: jangan keramas atau potong rambut di hari pertama Imlek. Dalam kepercayaan tradisional, rambut itu melambangkan keberuntungan dan energi positif.
Kalau dicuci atau dipotong saat Imlek, takutnya keberuntungan itu ikut hilang atau rusak. Makanya, orang-orang biasanya merapikan diri potong rambut dan keramas sekitar seminggu sebelum perayaan. Dengan begitu, penampilan tetap rapi tanpa melanggar pantangan.
Anak-anak Jangan Sampai Menangis
Ini khusus buat para orang tua. Menangis, terutama dari anak-anak, sebisa mungkin dihindari saat perayaan. Tangisan dianggap simbol kesedihan, hukuman, dan pertanda buruk bagi keluarga.
Anak yang menangis di hari Imlek dipercaya bisa membawa nasib kurang baik sepanjang tahun. Ya, makanya orang tua biasanya ekstra sabar dan berusaha menciptakan suasana ceria. Imlek diupayakan jadi momen penuh tawa, kebersamaan, dan energi positif untuk semua.
Di balik sederet pantangan itu, ada nilai-nilai yang lebih dalam. Sebenarnya, ini semua mengajarkan tentang kehati-hatian, harapan baik, dan optimisme dalam menyambut tahun baru. Percaya atau tidak, tradisi semacam ini tetaplah bagian dari kekayaan budaya yang terus hidup.
Dengan memahami pantangannya, kita bisa lebih menghargai makna Imlek. Momentum untuk memulai segala sesuatu dengan semangat dan harapan baru.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor
Niat Main ke Tetangga, Bocah 4 Tahun Tewas dalam Karung Putih
Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Pemimpin Rendah Hati yang Baru Setahun Bertugas