Vape dan Whip Pink: Bom Waktu Kesehatan yang Bersembunyi di Balik Kemasan Akrab

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:45 WIB
Vape dan Whip Pink: Bom Waktu Kesehatan yang Bersembunyi di Balik Kemasan Akrab

Ancaman baru mengintai anak muda, tersembunyi dalam kemasan yang akrab dan mudah didapat. Bukan cuma vape atau rokok elektrik yang kini ramai diperbincangkan, tapi juga produk seperti Whip Pink yang memakai gas N2O. Keduanya, meski tampilannya berbeda, sama-sama punya risiko kesehatan dan jerat hukum yang serius.

Baru-baru ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap temuan yang cukup mencengangkan. Mereka menemukan penyalahgunaan zat Etomidate, yang dicampurkan ke dalam liquid atau cairan vape. Padahal, zat ini sebenarnya adalah obat bius yang digunakan di rumah sakit untuk prosedur medis.

Menurut Brigjen Pol dr. Supiyanto dari BNN, status Etomidate sudah berubah.

"Etomidate sudah kami masukkan ke dalam golongan narkotika karena penyalahgunaannya semakin masif," tegas Supiyanto dalam tayangan Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (28/01/2026).

Keputusan itu resmi berlaku sejak 2025 lalu. Artinya, siapa pun yang kedapatan menyalahgunakannya bakal berhadapan dengan UU Narkotika. Ini jelas jadi babak baru dalam pengawasan zat-zat kimia yang awalnya punya fungsi medis.

Nah, selain Etomidate, rupanya masih ada zat terlarang lain yang bersembunyi di balik uap vape. BNN menemukan campuran sabu, THC (kandungan aktif ganja), bahkan kokain dalam bentuk cair. Temuan ini sekaligus meruntuhkan anggapan bahwa vape lebih 'aman' ketimbang rokok biasa. Banyak ahli bilang, anggapan seperti itu justru menyesatkan dan berbahaya.

Dokter spesialis paru, dr. Samuel Sunarso, memperingatkan soal penyakit serius yang bisa dipicu vape, yaitu Popcorn Lung.

"Popcorn Lung membuat penderitanya sesak napas kronis seperti asma berat dan tidak bisa pulih sepenuhnya," jelasnya.


Halaman:

Komentar