Vape dan Whip Pink: Bom Waktu Kesehatan yang Bersembunyi di Balik Kemasan Akrab

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:45 WIB
Vape dan Whip Pink: Bom Waktu Kesehatan yang Bersembunyi di Balik Kemasan Akrab

Kondisi itu adalah kerusakan permanen pada saluran udara kecil di paru-paru. Pemicu utamanya seringkali zat diacetyl, yang biasa dipakai untuk memberi rasa pada cairan vape. Kalau alveoli di paru-paru sudah rusak, fungsinya tak akan kembali normal.

Di sisi lain, bahaya Whip Pink yang mengandung gas N2O juga nggak bisa dianggap remeh. Gas ini bisa mengacaukan kerja vitamin B12, yang punya peran vital bagi sistem saraf kita. Dampaknya? Bisa dimulai dari rasa kesemutan, lalu gangguan gerak, dan dalam kasus parah bisa berujung pada kelumpuhan. Sayangnya, kerusakan jangka panjangnya seringkali sulit untuk diperbaiki.

Belum lagi risiko kerusakan otak. Sensasi 'nge-fly' yang dicari pengguna itu sebenarnya adalah gejala hipoksia, alias otak kekurangan oksigen. Cuma butuh hitungan menit saja, kondisi itu sudah bisa merusak sel-sel otak secara permanen.

Paparan rutin terhadap uap kimia dari vape dan zat adiktif lainnya juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Mulai dari kanker mulut, tenggorokan, hingga paru-paru menjadi ancaman yang sangat nyata.

Pengalaman dari mantan pengguna bisa jadi pelajaran berharga. Doni, seorang mantan pengguna whip pink, berbagi cerita.

"Sekali coba, efek candunya bisa bikin susah berhenti dan tubuhnya rusak pelan-pelan," ungkapnya.

Melihat maraknya kasus, BNN mengimbau para orang tua untuk lebih jeli. Mereka harus memerhatikan pergaulan dan apa yang dikonsumsi anak-anak, terutama generasi Z. Soalnya, produk-produk berbahaya ini sekarang kerap tampil legal dan gampang sekali diakses.

Ke depan, BNN bersama BPOM akan terus memperketat regulasi dan pengawasan. Tapi, edukasi ke masyarakat dinilai sebagai kunci utama. Tujuannya jelas: agar publik tidak mudah terjebak pada produk yang kelihatannya biasa saja, padahal menyimpan bom waktu bagi kesehatan dan masa depan mereka.


Halaman:

Komentar