Tekanan itu rupanya berdampak. Kedua aparat akhirnya mengaku salah dan meminta maaf lewat video permintaan maaf resmi dari Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa lalu.
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ujar Ikhwan.
Dia menambahkan, tindakan mereka waktu itu spontan, sekadar merespons laporan warga soal dugaan makanan berbahaya. "Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat," katanya.
Di sisi lain, pertemuan dengan Dedi Mulyadi memang benar terjadi. Dalam sebuah video yang diunggah di channel YouTube sang gubernur, Suderajat bercerita lebih jauh. Dia mengaku bukan cuma menghadapi tuduhan, tapi juga pernah diintimidasi dan dianiaya preman di sekitar Kemayoran.
"Saya ditonjok, dikeroyokin sekitar lima orang," kenangnya.
Dari tuduhan yang merusak nama baik, kini jalannya berbelok. Dari pinggir jalan di Kemayoran, dia diajak berbincang di kediaman seorang gubernur. Kehidupan memang kadang punya alur cerita yang sulit ditebak.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor