"Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit,"
Demikian penjelasan Dedi Mulyadi seusai kejadian. Meski begitu, dia dan seluruh tim evakuasi terus berupaya maksimal. Usaha tak kenal lelah itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah beberapa kali meminta, Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman berhasil menyerahkan linggis yang diminta.
Namun begitu, kendala lain muncul. Akses menuju titik kejadian sempat dipadati warga yang ingin melihat sang gubernur. Hal ini sempat menghambat mobilitas tim.
Di sisi lain, tak lama setelah insiden teriakan linggis itu, suara lain terdengar memilukan dari kerumunan warga.
"Ini ada satu, tolong, tolong!"
"Ada dua korban!"
Begitu teriakan itu terdengar, petugas gabungan segera bergerak cepat. Mereka mengevakuasi korban yang terjepit, menariknya ke area aman, lalu segera membawanya ke ambulans untuk identifikasi lebih lanjut.
Hari itu, di antara lumpur dan batu, drama kemanusiaan berlangsung dengan segala caranya. Penuh teriakan, usaha, dan harapan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor