Kondisi jenazah disebutkan masih utuh, meski ada luka serius seperti kaki kanan yang patah. Proses evakuasi sendiri makan waktu lama. Mereka harus menunggu kantong jenazah tiba di lokasi, lalu memindahkannya dengan sangat hati-hati.
Dia menambahkan, untuk keamanan di jalur terjal, jenazah dalam kantong sempat digantung sebelum akhirnya bisa dibawa ke jalur utama dan diterbangkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk otopsi.
Proses Identifikasi: Sidik Jari Masih Terbaca
Di sisi lain, proses identifikasi berjalan relatif lancar. Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, menyebut sidik jari korban masih bisa terbaca dengan jelas.
Petunjuk Awal dari Name Tag
Sebelum identifikasi resmi, tim di lapangan sudah mendapat petunjuk. Saipul Malik dari Tim SAR menyebutkan, saat mendekati jenazah, terlihat name tag yang masih menempel.
Demikianlah kronologi lengkapnya. Sebuah operasi SAR di medan paling sulit, yang akhirnya berhasil membawa pulang satu lagi korban musibah tersebut.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor