Keluarga Co-pilot ATR 42-500 Berharap pada Detak Smartwatch dan Permohonan kepada Presiden

- Selasa, 20 Januari 2026 | 10:30 WIB
Keluarga Co-pilot ATR 42-500 Berharap pada Detak Smartwatch dan Permohonan kepada Presiden

Dengan suara penuh harap dan sesekali terisak, ia pun memohon langsung kepada Presiden.

"Saya mohon sekali Pak Presiden Prabowo Subianto, selamatkan Farhan pak," pintanya.

Bagaimana tanggapan pihak berwenang?

Arman Amiruddin, Staf SAR Mission Coordinator Basarnas Makassar, membenarkan temuan ponsel tersebut. Ponsel itu kini diserahkan ke Tim Cyber Polda Sulsel untuk dibuka kuncinya. Tujuannya, melacak koordinat terakhir yang aktif.

Arman mengonfirmasi data pergerakan yang beredar. "Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca seribu langkah. Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13 ribu langkah," jelasnya di Posko SAR.

Meski data itu ada, Arman tetap hati-hati. Selama tiga hari pencarian, tim di lapangan sama sekali tidak mendengar suara minta tolong atau tanda-tanda kehidupan lainnya. "Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana," katanya.

Intinya, semua harapan kini tertumpu pada proses pelacakan digital itu. Sementara di lereng Gunung Bulusaraung, pencarian fisik terus dilakukan tanpa henti. Berdasarkan temuan di lokasi kejadian, pesawat diduga meledak setelah menabrak tebing gunung. Perjalanan pulang sepuluh anak bangsa itu masih menyisakan misteri yang dalam.


Halaman:

Komentar