Di sebuah gubuk di tengah hutan Sukabumi, seorang kakek berusia 70 tahun bernama Abah Aloh menjalani hari-harinya sendirian. Kehidupannya berubah total setelah bencana longsor melanda Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, sembilan bulan silam. Rumahnya hancur, dan yang lebih memilukan, sang istri turut menjadi korban, meninggal tertimbun material longsoran.
Yang membuat hati miris, hingga kini, di tengah reruntuhan kenangan itu, Abah Aloh belum merasakan sentuhan bantuan pemerintah sama sekali. Ia bertahan sebatang kara, dalam kesunyian yang menyayat.
Namun, kisah pilu Abah Aloh ternyata bukanlah satu-satunya. Menurut informasi yang beredar, masih ada sekitar 70 hingga 80 kepala keluarga korban bencana di wilayah itu yang nasibnya serupa. Mereka seperti terlupakan, menunggu janji yang tak kunjung nyata.
Berita tentang Abah Aloh akhirnya sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, ia langsung merespons.
Begitu pernyataan sang gubernur. Ia juga sedikit berseloroh, menyebut data penerima bantuan itu memang baru selesai diverifikasi. Lantas, apa penyebab keterlambatannya?
Artikel Terkait
Pejabat Kementerian UMKM Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Pejagan-Pemalang
Dedi Mulyadi Sindir Penjaga Hutan: Lebih Baik Dijaga Kuntilanak!
Laras Faizati Bebas Bersyarat, Karier Cemerlang di AIPA Terhenti
Kunjungan Wapres ke Yahukimo Batal, Pesawat Hercules Dihadang Tembakan