Lantas, apa alasan AS menangkap Maduro? Tuduhan utamanya adalah keterlibatan dalam "narkoterorisme". Maduro dituding bekerja sama dengan kartel narkoba untuk menyebarkan kokin ke Amerika Serikat. Isu krisis migrasi juga kerap diangkat, dengan klaim bahwa Maduro mengirim anggota geng dan narkoba yang memicu gelombang pengungsi Venezuela. Namun begitu, motif lain yang tak kalah mencolok adalah keinginan Trump untuk mengelola cadangan minyak Venezuela yang sangat besar itu. AS juga secara terbuka tidak mengakui legitimasi kepemimpinan Maduro sejak 2019, yang mereka anggap berasal dari pemilihan yang curang. Rencananya, AS ingin menjalankan pemerintahan sementara di Venezuela hingga ada kepemimpinan baru yang diakui.
Nicolas Maduro Moros, pria yang menjadi pusat badai geopolitik ini, sebenarnya berasal dari latar belakang yang sederhana. Lahir di Caracas pada 23 November 1962 dari keluarga menengah, ia pernah bekerja sebagai sopir bus sebelum akhirnya terjun ke dunia politik. Kariernya melejit setelah berhubungan dengan Hugo Chávez. Istrinya, Cilia Flores, adalah seorang pengacara yang dulu aktif mendukung kampanye pembebasan Chávez saat ia dipenjara akibat kudeta gagal 1992.
Setelah Chávez dibebaskan dan menjadi presiden, jalan Maduro terbuka lebar. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Nasional, lalu Menteri Luar Negeri. Puncaknya, ia menjadi wakil presiden dan akhirnya mengambil alih kursi kepresidenan pada Maret 2013 menyusul meninggalnya Chávez. Ia memenangkan pemilu khusus dengan tipis dan memulai periode pemerintahannya. Pada 2018, ia kembali menang pemilu untuk periode 2019-2025.
Dalam kehidupan pribadinya, Maduro pernah menikah dengan Adriana Guerra Angulo dan dikaruniai seorang putra. Pernikahannya yang sekarang dengan Cilia Flores berlangsung pada Juli 2013. Flores sendiri bukan hanya ibu negara, tapi juga politisi yang pernah menduduki posisi yang ditinggalkan Maduro: Presiden Majelis Nasional.
Situasi saat ini masih sangat fluid. Dengan status darurat nasional dan klaim penangkapan yang belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang di Caracas, dunia tampaknya hanya bisa menunggu perkembangan selanjutnya. Nasib Venezuela dan pemimpinnya kini digantungkan pada pergerakan politik dan militer yang terjadi di balik layar.
Artikel Terkait
Misteri Dentuman dan Cahaya Merah Menggantung di Langit Cianjur
Dedi Mulyadi Tegaskan Tarif Pajak Kendaraan Tak Naik di 2026
Sopir Pribadi Diduga Dalang Bocornya Video Intim Inara Rusli
Rekaman Pemerkosaan Jadi Senjata, Karyawati Dipaksa Kerja Tanpa Gaji 15 Tahun