Pembongkaran Monorel Jakarta Digelar Malam Hari, Jalan Tetap Dibuka

- Rabu, 07 Januari 2026 | 11:55 WIB
Pembongkaran Monorel Jakarta Digelar Malam Hari, Jalan Tetap Dibuka

Pembongkaran tiang monorel di Jakarta akhirnya dapat segera dimulai. Menurut rencana, prosesnya akan dilakukan pada malam hari. Kenapa malam? Tujuannya sederhana: menghindari macet, terutama di jam-jam ketika orang pulang kerja. Dengan begitu, arus lalu lintas diharapkan tidak terlalu terganggu.

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin, mengonfirmasi hal ini di Balai Kota, Rabu (7/1/2026).

"Pembongkarannya memang akan malam hari. Itu window time-nya. Untuk detailnya, kapan mulai dan berapa lama, itu nanti kita koordinasi dengan eksekutor dari Dinas Bina Marga," ujar Syafrin.

Yang penting, dia menegaskan, tidak akan ada penutupan jalan sama sekali. Skemanya, Dishub akan mengatur lalu lintas dengan memanfaatkan jalur lambat untuk menempatkan alat-alat berat. Sementara itu, jalur cepat tetap dibuka untuk kendaraan yang melintas.

"Di lokasi kan ada dua lajur. Nah, alat beratnya akan kami tempatkan di sisi jalur lambat. Jalur cepatnya tetap berfungsi normal," jelasnya lagi.

Rencana ini bukan dibuat asal-asalan. Sudah ada koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait. Masyarakat pun diminta untuk tenang. Aktivitas pembongkaran diharapkan berjalan tanpa memacetkan jalanan lebih parah.

"Makanya, tidak ada penutupan jalan. Cuma penggunaan jalur lambat untuk alat berat saat pembongkaran berlangsung," tegas Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah lebih dulu memberi sinyal. Di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (6/1), dia menyebut pekan depan sebagai waktu pelaksanaannya.

"Pembongkaran monorel akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan," kata Pramono.

Pengalaman sebelumnya jadi acuan. Dinas Bina Marga yang akan memimpin pelaksanaannya, dengan prioritas utama tetap keselamatan dan kelancaran arus kendaraan. Jadi, meski tiang-tiang bekas monorel itu akan satu per satu dirobohkan, harapannya lalu lintas Jakarta tidak ikut 'roboh' karena kemacetan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar