Tewas Mengejutkan di Sawah Tuban: Kronologi Lengkap Imam Sholihin Tersambar Petir Saat Pulang

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:25 WIB
Tewas Mengejutkan di Sawah Tuban: Kronologi Lengkap Imam Sholihin Tersambar Petir Saat Pulang
Kronologi Lengkap Imam Sholihin Tewas Tersambar Petir di Tuban - iNews.id

Kronologi Lengkap Imam Sholihin Tewas Tersambar Petir di Tuban

Seorang buruh tani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersambar petir. Korban tewas tersambar petir tersebut bernama Imam Sholihin (31), warga Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan.

Kejadian Saat Hujan Deras di Bangilan

Insiden tragis ini terjadi ketika hujan deras disertai petir menggelegar melanda kawasan Bangilan. Saat itu, Imam Sholihin bersama dua rekannya sedang membersihkan sawah menjelang musim tanam. Melihat cuaca semakin buruk, mereka memutuskan untuk pulang.

Korban Berjalan Tertinggal dan Tersambar Petir

Dalam perjalanan pulang, nahas menimpa Imam Sholihin yang berjalan sedikit tertinggal dari kedua rekannya. Secara tiba-tiba, petir menyambar dan mengenai dirinya di sebuah pematang sawah.

Saksi Mata dan Evakuasi Jenazah

Dua rekan korban yang berada sekitar 1 kilometer dari lokasi mendengar suara petir yang sangat keras dan melihat kilat menyambar tanah. Mereka segera bergegas ke arah suara dan menemukan Imam Sholihin sudah tergeletak tak bernyawa.

Dengan bantuan warga sekitar, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu pemakaman menuju rumah duka di Desa Kablukan. Suasana duka pun menyelimuti desa tersebut.

Konfirmasi Polisi Terkait Kematian Petani

Kepolisian Sektor (Polsek) Bangilan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, mengonfirmasi bahwa penyebab kematian Imam Sholihin adalah akibat sambaran petir.

Berdasarkan keterangan resmi, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.45 WIB. Korban yang sedang berjalan pulang menyusuri pematang sawah sejauh 1,5 kilometer, tiba-tiba disambar petir di lokasi antara sawah milik Supri dan Mani.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar