Kronologi pencurian video CCTV yang melibatkan Inara Rusli mulai terkuak. Kuasa hukumnya mengungkap, pelaku diduga adalah sopir pribadi yang sudah lama bekerja untuk Inara. Bahkan, video rekaman intim itu disebut bakal dijual untuk mencari keuntungan.
Kasus ini berawal dari laporan Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, yang menuding Inara Rusli melakukan perselingkuhan. Mawa mengklaim punya bukti kuat: sebuah video rekaman CCTV yang menampilkan adegan intim antara Inara dan Insan.
Di sisi lain, Inara dan Insan membantah tuduhan itu. Mereka bersikeras bahwa saat video dibuat, status mereka sudah sah sebagai suami-istri, meski lewat pernikahan siri. Tapi, terlepas dari perdebatan status itu, kemunculan video tersebut jelas memicu banyak tanda tanya. Siapa yang mengambilnya dan bagaimana bisa bocor?
Pertanyaan itu akhirnya mendapat jawaban dari tim kuasa hukum Inara.
Bukan Mawa, Tapi 'Mister A'
Dedy DJ, kuasa hukum Inara Rusli, dengan tegas menyatakan bahwa Wardatina Mawa bukanlah pelaku sebenarnya. "Iya, bukan Mawa sih pelakunya," katanya.
Menurutnya, ini lebih dari sekadar masalah personal. "Jadi menurut saya ini bukan persoalan personal, melainkan lebih ke kelompok," ujar Dedy.
Terungkap, terduga pelaku adalah seorang sopir pribadi Inara yang berinisial A. Sosok ini sudah bekerja cukup lama, bahkan sejak era Inara masih bersama Virgoun.
"CCTV tersebut diduga diambil dengan cara dicuri. Pelakunya, yang sebelumnya saya sebut sebagai Mr. X, patut diduga berinisial A atau Mister A," ungkap Dedy.
"Sosok A ini diketahui merupakan salah satu sopir Inara Rusli. Ia sudah lama bekerja bersama Mbak Inara. Sejak masih bersama Virgoun, sehingga juga dia pasti dekat bangetlah sama Virgoun gitu," imbuhnya.
Namun begitu, Dedy mengaku masih menyelidiki apakah aksi ini murni inisiatif si sopir atau ada dalang lain di belakang layar. "Mengingat, Mister A hanyalah seorang sopir," bebernya. Artinya, kemungkinan ada aktor intelektual yang memanfaatkan situasi.
Motifnya Uang
Dedy juga membeberkan teknis kejadian. Pelaku diduga naik ke tempat tertentu untuk merekam langsung dari monitor CCTV. Yang menarik, ada perbedaan durasi video yang signifikan.
"Saat pemeriksaan di Bareskrim, video yang diperlihatkan berdurasi hampir tiga menit. Sementara video yang beredar luas di publik justru disebut berdurasi hingga dua jam," ujar Dedy.
Lalu, apa motifnya? Jawabannya sederhana sekaligus mengerikan: uang. "Motifnya jelas, ya, untuk mencari uang. Video itu dijual," tandas Dedy DJ tegas.
Narasi ini tentu menambah kompleksitas kasus yang sudah ruwet ini. Dari perselingkuhan, pernikahan siri, hingga aksi pencurian dan perdagangan video pribadi. Semuanya berbaur dalam satu drama yang belum jelas ujungnya.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor