Bendera Bulan Bintang Berkibar, Aksi Warga Aceh Tuntut Penanganan Banjir Ditetapkan Bencana Nasional

- Kamis, 25 Desember 2025 | 20:00 WIB
Bendera Bulan Bintang Berkibar, Aksi Warga Aceh Tuntut Penanganan Banjir Ditetapkan Bencana Nasional

Video itu tiba-tiba membanjiri linimasa. Memperlihatkan arak-arakan massa di Aceh, dengan bendera Bulan Bintang berkibar di tengah kerumunan. Tak butuh waktu lama, rekaman itu jadi viral dan memicu perdebatan sengit. Puncaknya, saat muncul adegan anggota TNI bersenjata lengkap berusaha merebut dan menurunkan bendera yang punya muatan simbolik sensitif itu.

Aksi massa ini, menurut sejumlah saksi, berangkat dari kekecewaan yang mendalam. Warga Aceh merasa penanganan bencana banjir bandang yang melanda wilayah mereka akhir 2025 lalu kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Ratusan orang terlibat dalam pawai kendaraan itu, menyuarakan protes sambil mengibarkan bendera yang sama.

Tuntutan dari Jalanan

Saluran Instagram @aceh.viral adalah salah satu yang pertama membagikan rekaman panjang itu. Dalam keterangannya, disebutkan massa bergerak dari Kabupaten Pidie menuju Aceh Tamiang. Gambarnya jelas: konvoi panjang, bendera berkibar, dan teriakan "merdeka" sesekali menggema.

Bagi yang paham sejarah, pengibaran Bendera Bulan Bintang bukan hal sepele. Simbol ini punya kaitan erat dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di masa lalu. Makanya, penampakannya di ruang publik langsung menyita perhatian dan memicu respons cepat dari aparat.

Di sisi lain, tuntutan utama massa sebenarnya konkret: mereka mendesak pemerintah menetapkan status Bencana Nasional untuk banjir yang melanda. Mereka percaya, dengan status itu, bantuan dan sumber daya dari pusat akan lebih mudah dan cepat mengalir, meringankan beban warga yang terdampak.

Respon Aparat dan Situasi yang Memanas

Namun begitu, suasana berubah ricuh ketika aparat turun tangan. Video lain dari akun @tercyduk.aceh menunjukkan momen tegang di Lhokseumawe. Anggota TNI dengan perlengkapan lengkap terlihat mengejar sejumlah pengibar bendera di jalan raya. Beberapa orang berlarian menghindar, sementara beberapa bendera berhasil diamankan.

Ada juga rekaman yang memperlihatkan proses penurunan paksa bendera yang sudah terpancang. Aparat melakukannya di tempat terbuka, di bawah pengawasan warga yang menyaksikan. Situasinya mencekam.

Beredar pula kabar bahwa sejumlah orang diduga peserta aksi ikut diamankan. Sayangnya, sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi soal berapa jumlahnya atau status hukum mereka seperti apa. Informasinya masih simpang siur.

Yang jelas, insiden ini menunjukkan persoalan di Aceh jarang yang berdiri sendiri. Isu kebencanaan tumpang tindih dengan dinamika politik lokal dan sentimen historis yang masih hidup. Pengibaran bendera itu seperti menyulut korek di tengah tumpukan jerami simbolisme lama langsung menyala, mengubah demo tuntutan bantuan bencana jadi sorotan yang jauh lebih kompleks dan berlapis.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar