Belum ada penahanan terhadap Wu Lili, perempuan asal China yang jadi tersangka dalam kasus tabrakan maut di Semarang. Padahal, desas-desus soal dia menyetir dalam keadaan mabuk sudah ramai beredar. Tapi, polisi bilang mereka masih perlu waktu.
Kenapa? Menurut Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, proses pengumpulan bukti masih berjalan. "Lagi kita kumpulkan alat bukti dan saksi-saksi. Jadi belum kita tahan," jelasnya, Jumat lalu.
"Nanti kita gelarkan hasil olah TKP-nya," tambahnya.
Di sisi lain, Yunaldi menyebut Wu Lili cukup kooperatif selama pemeriksaan. Kendala utama justru di bahasa. "Kita hadirkan translator. Pakai bahasa China, bahasa Indonesianya kurang lancar," ujarnya. Soal isu mabuk, polisi enggan berkomentar lebih dulu. Mereka masih menunggu hasil resmi dari rumah sakit.
"(Mabuk?) Hasil rumah sakitnya belum keluar," tegas Yunaldi.
Mereka juga sudah menjalin komunikasi dengan pihak imigrasi dan kedutaan. Ternyata, Wu Lili diketahui bekerja di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan semua prosedur hukum berjalan, mengingat statusnya sebagai warga negara asing.
Peristiwa tragis ini terjadi Rabu malam di Jalan Abdulrahman Saleh, Kalibanteng. Sekitar pukul sepuluh lewat, sebuah Hyundai Creta yang dikemudikan Wu Lili menghantam dua sepeda motor dari arah berlawanan.
Salah satu korbannya adalah Putri, seorang mahasiswi. Ia mengalami luka parah dan sempat mendapat pertolongan medis. Sayangnya, nyawanya tak tertolong.
Pascatabrakan, suasana sempat panas. Wu Lili dilaporkan mengamuk, dan aksinya itu terekam kamera warga lalu menyebar cepat di media sosial. Polisi akhirnya turun tangan untuk meredakan keadaan dan membawa pelaku untuk dimintai keterangan.
Sekarang, semua mata tertuju pada proses hukum selanjutnya. Apakah bukti-bukti yang dikumpulkan akan cukup kuat? Warga menunggu kejelasan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor