Polisi Kanada Gunakan Drone untuk Tilang, Justru Dituding Sebagai Sumber Gangguan

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:20 WIB
Polisi Kanada Gunakan Drone untuk Tilang, Justru Dituding Sebagai Sumber Gangguan

Dari pihak kepolisian Kingston, ada sinyalemen bahwa mereka sedang mengevaluasi kebijakan ini. Mereka mengaku sudah tidak lagi menggunakan drone untuk menindak pengemudi lalai sejak insiden di Mei. Mereka juga menyatakan tidak tahu ada lembaga lain di Kanada yang memakai cara serupa. Pernyataan ini justru semakin menguatkan kesan bahwa ada yang salah dengan taktik tersebut.

Drone yang dipakai adalah model DJI Matrice 300, yang sebenarnya sudah dioperasikan sejak 2021. Fungsinya mulanya untuk hal-hal seperti rekonstruksi kecelakaan, pencarian, atau pengamanan acara besar. Penggunaannya untuk mengintai pelanggar lalu lintas dianggap banyak pihak telah melampaui mandat awal. Selain berisiko mengganggu konsentrasi pengemudi, cara ini juga dianggap mengusik privasi.

Canadian Constitution Foundation, sebuah yayasan hukum, ikut angkat bicara. Mereka menilai operasi semacam ini bisa dikategorikan sebagai penggeledahan yang tidak wajar. Mereka menduga pembatalan tilang dilakukan untuk menghindari gugatan hukum. Tapi desakan mereka jelas: batalkan semua 20 tilang yang dikeluarkan lewat drone.

Esseltine, dengan nada sarkastik, mempertanyakan logika dasar dari seluruh operasi ini.

"Cara apa yang lebih baik untuk menangkap pengemudi yang lalai," tanyanya, "daripada dengan memberikan gangguan itu sendiri?"

Pada akhirnya, kasus ini membuka kotak Pandora. Di satu sisi, niat menekan angka kecelakaan itu mulia. Di sisi lain, ketika teknologi penegak hukum justru menjadi sumber masalah baru, di mana batasannya? Kontroversi di Kanada ini mungkin baru awal dari perdebatan panjang yang akan menyusul di banyak tempat lain.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar