BANDUNG - Hanya tersisa enam laga. Itulah kenyataan yang kini dihadapi Persib Bandung dan Borneo FC. Perburuan gelar juara Super League 2025/2026 benar-benar memasuki babak penentuan, di mana setiap poin punya harga yang tak ternilai.
Papan klasemen menggambarkan situasi yang super ketat. Persib masih memimpin dengan 65 poin, tapi Borneo membayangi sangat ketat di posisi kedua dengan 63 poin. Jarak dua poin itu terasa tipis sekali, apalagi setelah Persib cuma mampu meraih satu angka dari markas Dewa United, Senin lalu. Hasil imbang itu gagal membuat Maung Bandung menjauh, justru membuat persaingan kian memanas.
Menurut sejumlah saksi, atmosfer di kedua klub sekarang benar-benar seperti menjelang final. Enam pertandingan sisa ini, bagi mereka, semuanya berstatus "laga hidup-mati". Yang menarik, kedua tim punya beban yang seimbang: tiga laga kandang dan tiga laga tandang. Tekanan mental akan sama besarnya.
Persib lebih dulu memulai rangkaian berat ini. Akhir pekan nanti, mereka akan menjamu Arema FC di Stadion GBLA. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke markas Bhayangkara FC, sebelum kembali ke kandang untuk hadapi PSIM di awal Mei.
Namun begitu, laga yang paling ditunggu mungkin adalah saat mereka bertandang ke Jakarta. Pertemuan dengan Persija di sana selalu spesial, dan musim ini diprediksi bakal jadi salah satu laga paling panas. Dua laga penutup musim juga tak kalah seru: melawat ke markas PSM Makassar dan kemudian menutup kompetisi dengan menjamu Persijap Jepara. Jalan mereka terlihat terjal.
Di sisi lain, Borneo FC sama sekali tak mau ketinggalan. Semangat juang tim asuhan Fabio Lefundes ini sedang membara.
"Kami fokus pada pertandingan kami sendiri. Setiap laga adalah final," begitu kira-kira prinsip yang dipegang di kamp Borneo.
Mereka akan membuka babak penentu ini dengan menjamu Semen Padang. Lalu, perjalanan berlanjut ke Kandang Persik Kediri, sebelum kembali ke Samarinda untuk hadapi Persita.
Tantangan sesungguhnya datang di dua laga tandang beruntun: melawan Bali United dan Persijap Jepara. Kedua markas itu dikenal sulit bagi tim tamu. Laga pamungkas mereka, melawan Malut United di kandang sendiri, sangat berpotensi menjadi penentu segala-galanya.
Intinya, dengan selisih cuma dua angka, satu kesalahan kecil saja entah itu gol bunuh diri, kartu merah, atau peluang yang terbuang bisa mengubah segalanya. Peta persaingan gelar bisa berbalik dalam sekejap.
Berikut jadwal sisa yang akan menentukan segalanya:
Persib Bandung:
24/4: vs Arema FC (K)
30/4: vs Bhayangkara FC (T)
4/5: vs PSIM (K)
10/5: vs Persija (T)
17/5: vs PSM (T)
23/5: vs Persijap (K)
Borneo FC:
25/4: vs Semen Padang (K)
29/4: vs Persik Kediri (T)
5/5: vs Persita (K)
11/5: vs Bali United (T)
17/5: vs Persijap (T)
23/5: vs Malut United (K)
Enam babak final. Dua kandidat kuat. Satu gelar. Semuanya akan terjawab dalam hitungan pekan.
Artikel Terkait
Manchester United Siapkan Tawaran €40 Juta untuk Prospek Muda Brasil Eduardo Conceição
Persib Gagal Raih Kemenangan Penuh, Bobotoh Soroti Kinerja Wasit
PSM Makassar Hadapi Persik Kediri dalam Laga Hidup-Mati di Parepare
Manchester United Incar Aurelien Tchouameni untuk Perkuat Lini Tengah