Venezela Tawarkan Jalan Damai ke AS Usai Penangkapan Maduro

- Senin, 05 Januari 2026 | 12:50 WIB
Venezela Tawarkan Jalan Damai ke AS Usai Penangkapan Maduro

Layar televisi pemerintah Venezuela, VTV, menampilkan sosok Delcy Rodriguez duduk di balik sebuah meja di Istana Miraflores. Ia tak sendirian. Dua sosok kunci, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, berada di sampingnya. Pemandangan ini muncul tak lama setelah peristiwa dramatis penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS.

Rodriguez, yang kini ditunjuk sebagai pemimpin sementara negara itu, langsung mengambil sikap. Melalui sebuah pernyataan di Telegram, ia menyampaikan pesan terbuka kepada Gedung Putih.

"Hubungan harus didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi," tulisnya.

Intinya jelas: sebuah ajakan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membangun hubungan baru. Bukan permusuhan, melainkan hubungan yang saling menghormati. "Rakyat kita dan kawasan kita layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang," tegas Rodriguez. Suaranya seperti mencoba meredakan ketegangan yang memuncak.

Ia bahkan melangkah lebih jauh. Tak sekadar mengajak damai, Rodriguez juga membuka pintu untuk kolaborasi. Pemerintah AS diundang bekerja sama, khususnya dalam hal pembangunan. Sebuah tawaran yang terasa cukup mengejutkan di tengah situasi yang carut-marut.

Namun begitu, langkah Trump sejauh ini terlihat berbeda arah. Usai operasi militer yang berhasil menahan Maduro yang dituduh Washington terlibat dalam sindikat teror dan narkoba presiden AS itu sudah menyatakan maksudnya. AS, kata Trump, akan mengendalikan pemerintahan Venezuela. Ia juga punya keinginan agar perusahaan-perusahaan AS bisa menggarap sumber daya alam negeri itu, terutama minyaknya yang melimpah.

Jadi, di satu sisi ada ajakan damai dan kerja sama dari Caracas. Di sisi lain, Washington sudah bicara soal kendali dan akses ekonomi. Kedua narasi ini bakal berbenturan. Bagaimana kelanjutannya? Situasinya masih sangat cair, dan dunia pasti akan terus menunggu perkembangan selanjutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar