Kejurnas ini sebenarnya adalah puncak dari serangkaian kompetisi berjenjang. Semua dimulai dari Kejurcab (Kabupaten/Kota), lalu naik ke Kejurprov. PB ORADO sendiri punya visi yang cukup menarik: mereka ingin mengubah persepsi domino sekadar permainan, menjadi olahraga strategi dan kecerdasan yang serius. Yang bisa menyatukan berbagai generasi dalam satu arena kompetisi yang sehat.
Di sisi lain, peran pemerintah daerah dinilai sangat krusial. Henry Kurnia Adhi, atau yang akrab disapa Jhon LBF selaku Ketua Bidang Humas PB ORADO, menekankan hal itu. Dukungan dari Pemprov DKI Jakarta, misalnya, bukan cuma soal eksposur. Lebih dari itu, ini tentang legitimasi.
“Kami ingin memastikan Turnamen Domino ini tidak hanya jadi ajang kompetisi biasa,” ucap Henry.
“Ini harus menjadi momentum untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga prestasi. Yang punya sistem pembinaan jelas dan terstruktur,” tambahnya.
Intinya, PB ORADO membuka lebar pintu kolaborasi. Dengan siapa saja. Tujuannya tunggal: memperkuat ekosistem olahraga domino dari hulu ke hilir. Mulai dari pembinaan atlet, penyelenggaraan event, sampai membangun citra positif di mata masyarakat. Semuanya digarap. Mereka tampaknya serius ingin membawa domino ke level yang berbeda.
Artikel Terkait
Sean Gelael Hadapi Tantangan Baru di GT World Challenge Europe 2026 Bersama Rekan Tim Ferrari
AC Milan Andalkan Tawaran Kontrak Tiga Tahun untuk Kalahkan Juventus Perebut Leon Goretzka
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus Timnas Italia: Saya Tak Pernah Minta Satu Euro Pun
Spalletti Segera Perpanjang Kontrak dengan Juventus hingga 2028