Menurutnya, hal ini bukanlah solusi yang masuk akal, terutama di tengah kebutuhan lapangan pekerjaan yang meningkat. Dengan mengutip pencapaian BUMN, Erick menyatakan bahwa isu ini merupakan isu yang tidak sehat.
Menteri BUMN meyakinkan bahwa saat ini, semua BUMN beroperasi dengan baik dan telah menjalankan tugas-tugas yang diberikan pemerintah dengan baik.
Meskipun mengakui bahwa tidak ada yang sempurna, Erick menunjukkan hasil positif yang telah dicapai oleh BUMN. Hasil keuangan BUMN mencapai keuntungan sebesar Rp 250 triliun, yang telah memberikan kontribusi besar kepada negara.
Keuntungan ini telah digunakan untuk mendukung program-program pemerintah, termasuk di antaranya program kesehatan dan pangan.
Dalam konteks ini, Erick Thohir menegaskan bahwa transformasi BUMN sebagai agen perubahan dan kontributor utama ekonomi Indonesia adalah hal yang penting.
Membubarkan BUMN, menurutnya, bukanlah solusi yang bijaksana, mengingat dampak sosial dan ekonomi yang dapat ditimbulkannya. (****)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: adawarta.com
Artikel Terkait
Hansamu Pilih Pulang ke Surabaya, PSM Kehilangan Solusi Ideal
Bobby-Melati Sikat Rekan Senegara, Lolos ke Final Thailand Masters
Ubed Bikin Kejutan, Singkirkan Alwi Farhan di Semifinal Thailand Masters
Thom Haye, Kunci Utama yang Bisa Bawa Ragnar Oratmangoen ke Persib