“Saya melihat lebih kepada pendekatan yang dilakukan oleh John Herdman kepada para pemain yang menurut saya ternyata begitu cair. Public speakingnya juga bagus, dia bisa mengambil hati para pemainnya,” tuturnya lagi.
Hubungan yang lebih cair antara pelatih dan pemain itu, dalam pandangannya, bukan hal sepele. Itu adalah fondasi. Dari situ, segala sesuatu bisa dibangun. Komunikasi yang baik berpotensi langsung terjemah ke dalam koordinasi dan performa di lapangan hijau.
“Jadi saya pikir masalah komunikasi ini juga sangat penting antara pelatih dengan para pemainnya. Selebihnya kita lihat ke depannya,” ungkap Kesit.
Namun begitu, dia juga bersikap realistis. Potensi berkembang itu memang ada, tapi konsistensi tetap kunci. Dampak positif Herdman sudah terlihat dalam waktu singkat, namun ujian sebenarnya masih menanti.
Agenda sudah menunggu. Setelah FIFA Matchday di Juni nanti, tantangan besar berupa Piala AFF 2026 akan digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Dengan waktu persiapan yang relatif lebih panjang ini, harapan tentu bertumpu pada Herdman untuk mengolah tim ini jadi lebih solid dan kompetitif. Bisa tidaknya dia membawa Skuad Garuda terbang lebih stabil, hanya waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Marc Marquez Tenang Hadapi Awal Musim 2026 Tanpa Podium
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Brunei di Piala AFF 2026 dengan Skuad Baru dan Target Realistis
Ducati Krisis Awal Musim: Bagnaia Soroti Masalah Teknis, Marquez Introspeksi Diri
Debut Pahit Cyrus Margono, Persija Tumbang di Lampung