Mengapa Pemain Spanyol Tak Bernyanyi Saat Lagu Kebangsaan Berkumandang?

- Rabu, 01 April 2026 | 19:15 WIB
Mengapa Pemain Spanyol Tak Bernyanyi Saat Lagu Kebangsaan Berkumandang?

Setelah Franco jatuh, lirik itu ikut tersingkir. Dianggap terlalu lekat dengan masa kelam diktatorial. Sejak itu, Spanyol seperti trauma. Beberapa kali ada usulan untuk membuat lirik baru, tapi selalu mentah. Negara ini begitu beragam, terdiri dari banyak budaya dan etnis. Membuat kata-kata yang bisa mewakili semua pihak tanpa menyinggung ternyata pekerjaan nyaris mustahil.

Alhasil, La Marcha Real pun bertahan sebagai melodi instrumental. Ia masuk dalam kategori langka, bersama anthem Bosnia, Kosovo, dan San Marino, yang sama-sama tak memiliki lirik.

Jadi, saat mereka juara Euro 2024, yang terdengar hanya gemuruh orkestra. Nanti di Piala Dunia 2026 di Amerika, Kanada, dan Meksiko, pemandangan serupa akan terulang. Para pemain Spanyol akan berdiri tegak, mendengarkan, tapi mulut mereka tetap terkunci.

Lirik ciptaan penyair José María Pemán di era Franco memang sudah lama masuk kotak pandora sejarah. Yang tersisa kini adalah musik murni. Simbol nasional yang justru powerful karena diamnya.

Mungkin di situlah keunikan Spanyol. Identitas nasional mereka tak perlu diteriakkan lewat kata. Cukup dengan melodi yang menggema, megah, dan penuh makna. Setiap nada yang mengalir sudah bercerita lebih dari cukup.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar