Wall Street Melonjak Usai Trump Beri Isyarat Perdamaian dengan Iran

- Rabu, 01 April 2026 | 22:15 WIB
Wall Street Melonjak Usai Trump Beri Isyarat Perdamaian dengan Iran

Wall Street kembali menunjukkan taringnya di awal perdagangan Rabu (1/4). Indeks-indeks utama melonjak, melanjutkan euforia dari kenaikan terbesar dalam setahun terakhir. Pemicunya? Isyarat perdamaian dari mantan Presiden Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah yang membuat investor menarik napas lega.

Dow Jones naik 54,6 poin ke level 46.396,12. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq melesat lebih kencang, masing-masing bertambah 0,43% dan 0,70%. Sentimen pasar jelas berubah lebih cerah.

Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menyatakan AS akan mengakhiri perangnya dengan Iran dalam waktu dekat. Meski begitu, dia juga memberi catatan: serangan sporadis masih mungkin dilakukan jika diperlukan. Pernyataan itu cukup untuk menggoyang pasar.

"Anda harus sangat berhati-hati menanggapi apa yang dikatakannya. Sudah banyak permulaan yang salah," kata Robert Pavlik, Manajer Portofolio Senior di Dakota Wealth.
"Ketika pasar turun ke level koreksi, dia keluar dan mengatakan hal-hal ini. Tiba-tiba, semuanya meledak dan Anda kembali ke titik awal. Atau bahkan lebih buruk," tambahnya, menyiratkan volatilitas yang kerap menyertai komentar-komentar politik.

Di sisi lain, data ekonomi yang dirilis hari ini justru cukup solid. Laporan ADP menunjukkan penambahan lapangan kerja sektor swasta yang stabil. Penjualan ritel Februari juga sedikit mengalahkan ekspektasi. Angka PMI Manufaktur ISM persis seperti yang diperkirakan, berada di zona ekspansi. Data-data ini memberi fondasi yang tak bisa diabaikan.

Tapi, ada satu hal yang menarik perhatian: harga minyak. Minyak justru ambles sampai 3%, menyeret indeks energi S&P 500 ke level terendah dalam lebih dari seminggu. Ini seperti paradoks. Isu perdamaian biasanya bikin minyak turun karena kekhawatiran pasokan berkurang, dan itulah yang terjadi. Pasar energi langsung kena getahnya.

Fokus berikutnya kini beralih ke laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat. Meski pasar tutup untuk libur Jumat Agung, angka non-farm payrolls Maret itu pasti akan jadi bahan pembicaraan hangat. Ini akan jadi penanda penting.

Yang juga berubah adalah ekspektasi terhadap Fed. Suasana sekarang sudah jauh berbeda. Para pelaku pasar uang praktis menyingkirkan harapan untuk pemotongan suku bunga tahun ini. Perang dan gejolak energi telah mengubur prediksi dua kali pelonggaran kebijakan moneter yang sebelumnya beredar. Kekhawatiran inflasi kembali mengemuka, mengubah seluruh kalkulus.

Jadi, kenaikan hari ini memang memberi angin segar. Tapi di balik itu, tetap ada kehati-hatian. Pasar seperti sedang menari di antara sentimen politik yang berubah-ubah dan realitas data ekonomi yang keras.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar