Laga final FIFA Series 2026 berakhir dengan kekecewaan untuk Timnas Indonesia. Di hadapan pendukungnya sendiri di SUGBK, Senin malam (30/3), Garuda tumbang 0-1 dari Bulgaria. Tapi, jangan salah. Atmosfer di lapangan dan komentar setelah pertandingan justru bicara lain.
Calvin Verdonk, bek sayap yang tampil solid, tak menyembunyikan rasa kecewa. Namun, nada suaranya lebih terdengar optimis ketimbang patah arang.
"Ya, begitulah adanya. Kami kalah, tetapi bermain sangat baik," ujar Verdonk blak-blakan.
Memang, statistik skor tak berpihak. Satu-satunya gol lahir dari titik putih di menit ke-38, dieksekusi sempurna oleh Marin Petkov. Tapi coba lihat lagi jalannya pertandingan, terutama setelah turun minum. Indonesia justru yang lebih banyak mengancam. Mereka menekan, menciptakan peluang, dan hampir saja menyamakan kedudukan.
Momen paling menyayat datang di menit ke-71. Ole Romeny sudah memperdaya kiper, sontekannya halus. Sayang sekali, bola malah membentur mistar. Hanya selisih sentimeter! Itu jadi gambaran betapa nasib lagi tak di pihak Garuda malam itu.
Di sisi lain, Verdonk punya sudut pandang menarik. Bagi dia, laga ini bukan cuma sekadar final. Ini ujian pertama yang serius di bawah komando John Herdman. Menghadapi tim peringkat 85 dunia asal Eropa, menurutnya, adalah tolok ukur yang pas.
Artikel Terkait
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi